Jumat, 10 Juni 2011

MEKANISME ABSORBSI CALSIUM


Disusun Oleh : Riza Sativani Hayati 

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Kalsium merupakan mineral yang sangat vital dan diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibanding mineral lainnya. Sekitar 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu terdapat pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, dan transmisi saraf terganggu. Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yanag dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang.
Karena pentingnya peranan kalsium bagi tubuh manusia, pada makalah ini akan dibahas beberapa hal terkait kalsium, terutama tentang absorbsinya dalam tubuh manusia. Dengan pengetahuan yang didapatkan dari makalah ini, diharapkan pembaca mengetahui bagaimana kalsium diserap mdalam tubuh manusia, sehingga dapat diketahui apa saja hal yang dapat memengaruhi penyerapan kalsium dalam tubuh. Dengan ini dapat diketahui pula bagaimana kiat-kiat untuk hidup sehat tanpa kekurangan atau kelebihan kalsium.

B.     Tujuan
1.    Mengetahui kebutuhan dan manfaat kalsium dalam tubuh manusia
2.    Mengetahui mekanisme absorbsi kalsium dalam tubuh manusia
3.    Mengetahui akibat kelebihan dan kekurangan kalsium dalam tubuh manusia

C.     Rumusan Masalah
1.    Bagaimana kebutuhan dan manfaat kalsium dalam tubuh manusia
2.    Bagaimana mekanisme absorbsi kalsium dalam tubuh manusia
3.    Bagaimana akibat kelebihan dan kekurangan kalsium dalam tubuh manusia

BAB II
ISI

A.     Kebutuhan dan Manfaat Kalsium dalam Tubuh Manusia
Kalsium merupakan mineral yang sangat vital dan diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibanding mineral lainnya. Sekitar 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu terdapat pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, dan transmisi saraf terganggu. Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yanag dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang.
Kalsium tulang berada dalam keadaan seimbang dengan kalsium plasma pada konsentrasi kurang lebih 2,25 - 2,60 mmol/1 (9-10,4 mg/100ml). Kalsium mempunyai peranan yang vital pada tulang sehingga dapat mencegah timbulnya osteoporosis. Namun kalsium yang berada di luar tulang pun mempunyai peran yang besar, antara lain mendukung kegiatan enzim, hormon, syaraf dan darah.
Beberapa golongan yang memerlukan asupan kalsium adalah manula, Ibu hamil dan ibu menyusui, Remaja dan anak-anak yang sedang tumbuh (terutama bagi mereka yang mempunyai kebiasaan “memilih-milih” makanan), mereka yang mempunyai tubuh lebih lemah, mereka yang menjalani diet ketat, vegetarian, yang mempunyai gizi tak baik, dan fungsi penyerapan saluran pencernaan yang kurang baik, yang mengalami osteoporosis dan pertumbuhan tulang muda, serta mereka yang dalam masa penyembuhan dari patah tulang.
Kalsium merupakan zat yang dibutuhkan sejak bayi hingga usia tua. Jumlah kebutuhan kalsium dapat dibedakan berdasar jenis kelamin dan usia. Menurut salah satu dokter ahli gizi, kebutuhan kalsium yag dibutuhkan orang Indonesia rata-rata adalah 500-800 mg per hari. Pada usia lanjut dan wanita menopause dianjurkan asupan kalsium per hari adalah 1.000 mg. Berikut merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia akan kalsium berdasarkan angka kecukupan harian menurut widyakarya pangan dan gizi LIPI 1998 :
Bayi
300-400 mg
Anak-anak
       500 mg
Remaja
600-700 mg
Dewasa
500-800 mg
Ibu hamil dan menyusui
+     400 mg




Sumber kalsium terbagi dua, yaitu hewani dan nabati. Bahan makanan hewani yang mengandung kalsium antara lain adalah Ikan, Udang,susu, kuning telur, dan daging sapi. Sayangnya, jika dikonsumsi berlebihan bahan hewani ini, terutama daging sapi, bisa menghambat penyerapan kalsium, karena kadar proteinnya tinggi. Kandungan proteinnya yang tinggi akan meningkatkan keasaman (pH) darah. Guna menjaga agar keasaman darah tetap normal, tubuh terpaksa menarik deposit kalsium (yang bersifat basa) dari tulang, sehingga kepadatan tulang berkurang. Karena itu, sekalipun kaya kalsium, makanan hewani harus dikonsumsi secukupnya saja. Jika berlebihan, justru dapat menggerogoti tabungan kalsium dan mempermudah terjadinya keropos tulang. Bahan makanan yang mengandung kalsium nabati bisa diperoleh dari sayuran daun hijau seperti sawi, bayam, brokoli,daun pepaya,daun singkong, daun labu. Selain itu biji-bijian(kenari, wijen, almond) dan kacang-kacangan serta hasil olahannya (kedelai, kacang merah, kacang polo, tempe, tahu).
Berikut merupakan beberapa manfaat dari kalsium bagi tubuh manusia:
1.         Melancarkan peredaran darah
2.         Melenturkan otot
3.         Menormalkan tekanan darah
4.         Menyeimbangkan keasaman/kebasaan darah
5.         Menjaga keseimbangan cairan tubuh
6.         Mencegah Osteoporosis (keropos tulang)
7.         Mencegah penyakit jantung
8.         Menurunkan resiko kanker usus
9.         Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
10.     Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
11.     Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
12.     Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gig
13.     Mengatasi Kaki tangan kering dan pecah-pecah
14.     Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
15.     Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)
Dari hasil penelitian para ahli membuktikan bahwa kalsium lebih banyak dibutuhkan oleh kaum wanita daripada pria,itu terjadi dikarenakan :
1.      Menghindari Ancaman Osteoporosis, saat PMS wanita akan kehilangan sejumlah besar hormon estrogen yang bisa mengakibatkan penyakit osteoporosis.
2.      Membantu pembentukan tulang dan gigi, 99 persen kalsium dalam tubuh tersimpan dalam tulang dan gigi.
3.      Membantu pembekuan darah, tanpa kalsium darah tidak bisa membeku bila terjadi luka.
4.      Menghindari sindrom pramenstruasi, pada siklus haid ketiga gejala PMS bisa dikurangi hingga 48 persen pada wanita yang menelan kalsium
5.      Mengurangi resiko gejala batu ginjal, kalsium memiliki efek protektif yang mencegah penyerapan oksalat yang bisa membentuk batu di ginjal.
6.      Melindungi bayi di dalam kandungan, wanita harus diberi suplemen kalsium selama masa kehamilan sehingga akan mempunyai anak yang cukup terlindung dari resiko hipertensi.

B.     Mekanisme Absorbsi Kalsium dalam Tubuh Manusia
Yang mengatur kadar kalsium dalam darah adalah hormon paratiroid, tirokalsitonin dari kelenjar tiroid dan vitamin D. Hormon paratiroid dan vitamin D meningkatkan kalsium darah dengan cara sebagai berikut :
1.    Vitamin D merangsang absorpsi kalsium oleh saluran cerna
2.    Vitamin D dan hormon paratiroid merangsang pelepasan kalsium dari tulang ke dalam darah.
3.    Vitamin D dan hormon paratiroid menunjang reabsorpsi kalsium di dalam ginjal.
Ion kalsium secara aktif diabsorbsi ke dalam darah terutama dari duodenum dan jumlah absorbsi ion kalsium dikontrol sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh akan kalsium. Faktor penting yang mengontrol absorbsi kalsium adalah PTH (Paratiroid Hormone) yang disekresikan oleh kelenjar paratiroid dan vitamin D.
1.    Peran Vitamin D dalam Absorbsi Kalsium
Vitamin D dapat meningkatkan absorpsi kalsium dalam usus. Dalam hal ini vitamin D yang digunakan adalah dalam bentuk aktif yaitu 1,25 dihidroksikolekalsiferol. 1,25-dihidroksikolekalsiferol berfungsi untuk meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus dengan cara meningkatkan pembentukan protein pengikat kalsium di sel epitel usus. Protein pengikat kalsium ini berfungsi di brush border untuk mengangkut kalsium ke dalam sitoplasma sel dan selanjutnya kalsium bergerak melalui membran basolateral sel dengan cara difusi terfasilitasi.
Langkah pertama dalam aktivasi vitamin D adalah mengubah vitamin D menjadi 25 hidroksikalsiferol dan proses in terjadi di hati. Selanjutnya 25 hidroksikalsiferol akan diubah lagi menjadi bentuk aktif dari vitamin D yaitu 1,25 hidroksikalsiferol. Proses ini terjadi di tubulus proksimal ginjal dan juga mendapat bantuan langsung dari PTH. 
1,25 hidroksikalsiferol berfungsi sebaga suatu jenis hormon yang berfungsi untuk meningkatkan absorbsi kalsium oleh usus. 1,25 hidroksikalsiferol meningkatkan produksi protein pengikat kalsium di sel epitel usus. Protein ini berfungsi di brush border sel-sel tersebut untuk mengangkut kalsium ke dalam sitoplasma sel dan selanjutnya kalsium bergerak melalu membran basolateral sel dengan cara difusi terfasilitasi. Protein ini akan tetap berada di dalam sel selama beberapa minggu setelah 1,25 hidroksikalsiferol dibuang dari tubuh, sehingga memiliki efek yang berkepanjangan terhadap absorbsi kalsium. Efek lain yang ditimbulkan adalah pembentukakn ATPase terstimulasi kalsium di brush border sel epitel dan pembentukan suatu alkalin forfatase di sel epitel.
2.    Peran Hormon Paratiroid dalam Absorbsi Kalsium
Paratiroid Hormon (PTH) menyediakan mekanisme yang kuat untuk mengatur konsentrasi kalsium lewat pengaturan reabsorbsi usus, ekskresi ginjal dan pertukaran ion-ion antara CES dan tulang. Naiknya konsentrasi kalsium terutama kerana dua hal, yaitu efek PTH yang meningkatkan absorbsi kalsum dan fosfast dari tulang dan efek yang cepat dari PTH dalam mengurangi ekskresi kalsium oleh ginjal. PTH mempunyai dua efek pada tulang dalam menimbulkan absorpsi kalsium dan phospat. Efek tersebut antara lain:
a.    Fase Cepat Absorpsi Kalsium
PTH dapat menyebabkan pemindahan garam-garam tulang dari dua tempat dalam tulang, yaitu :
1)   Dari matriks tulang disekitar osteosit yang terletak dalam tulangnya sendiri
2)   Disekitar osteoblas yang terletak disepanjang permukaan tulang.
Osteoblas dan osteosit membentuk suatu sistem sel yang saling berhubungan satu sama lain, yang menyebar diseluruh permukaan tulang kecuali sebagian permukaan kecil yang berdekatan dengan osteoklas. Diantara membran osteositik dan tulang ada sedikit cairan tulang. Membran osteositik nantinya akan memompa ion kalsium dari cairan tulang ke cairan ekstrasel, menciptakan suatu konsentrasi ion kalsium di dalam cairan tubuh hanya 1/3 dari konsentrasi kalsium di dalam CES. Bila pompa osteositik sangat aktif, maka konsentrasi kalsium dalam cairan tulang menjadi sangat aktif, sehingga konsentrasi kalsium di dalam cairan tulang menjadi rendah dan kalsium fosfat yang nantinya akan diabsorbsi dari tulang ke CES. Efek ini disebut osteolisis. Bila pompa menjaditidak aktif, konsentrasi ion kalsium dalam cairan tulang naik lebih tinggi dan garam-garam kalsium fosfat ditimbun lagi di dalam matriks tulang.
Letak peran PTH dalam proses ini adalah pertama, membran sel osteoblas dan osteosit memiliki protein reseptor untuk mengikat PTH. PTH nantinya akan mengaktrifkan pompa kalsium dengan kuat sehinga menyebabkan perpindahan garam-garam kalsium fosfat dengan cepat dari cristal tulang amorf yang terletak dekat dengan sel. PTH diyakni merangsang pompa ini dengan meningkatkan permeabilitas kalsium pada sisi cairan tulang dari membran osteositik, sehingga mempermudah difusi ion kalsium ke dalam membran sel cairan tulang. Selanjutnya pompa kalsium di sisi lain dari membran sel memindahkan ion kalsium yang tersisa ke dalam CES.
b.    Fase Lambat Absorpsi Kalsium
Pada fase ini, yang berperan adalah Osteoklas. Walaupun pada dasarnya osteoklas tidak memiliki membran reseptor untuk PTH. Aktifasi sistem osteoklastik terjadi dalam dua tahap, yaitu:
1)      Aktifasi yang berlangsung dengan segera dar osteoklas yang sudah terbentuk
2)      Pembentukan osteoklas baru
Kelebihan PTH selama beberapa hari biasanya menyebabkan sistem osteoklastk berkembang dengan baik. Dan karena pengaruh rangsangan PTH yang kuat, oleh karena itu pertumbuhan in berlanjut terus-menerus selama berbulan-bulan. Setelah kelebihan PTH selama berbulan-bulan menyebabkan kelemahan tulang dan menimbulkan rangsangan sekunder pada osteoblas untuk memperbaiki kelemahan tulang.
Salah satu pengatur absorbsi dan sekresi kalsium pada tulang adalah PTH. Bila konsentrasi kalsium CES turun dibawah normal, kelenjar paratiroid langsung dirangsang untuk meningkatkan produksi PTH. Hormon ini nantinya bekerja langsung pada tulang untuk meningkatkan resorbsi kalsium dari tulang sehingga sejumlah besar kalsium dilepaskan dari tulang ke CES untuk mempertahankan keseimbangan kalsium. Bila konsentrasi ion klasium pada CES menurun, maka sekresi PTH akan diturunkan pula dan hampir tidak akan terjadi resorbsi. Dan produksi kalsium yang berlebihan tadi nantinya akan dideposit ke tulang dalam rangka pembentukan tulang yang baru.
Tulang sebernarnya tidak mempunyai persediaan kalsium yang banyak. Dalam jangka panjang, asupan kalsium ini harus diimbangi dengan ekskresi kalsium oleh traktus gastrointestinal dan ginjal. Pengaturan absorbsi kalsium ini adalah PTH. Jadi PTH mengatur konsentrasi kalsium melalui 3 efek :
a.    dengan merangsang resorbsi tulang
b.    dengan merangsang aktifitas vitamin D, yang nantinya akan meningkatkan reabsorbsi kalsium pada gastrointestinal
c.    dengan meningkatkan secara langsung reabsorbsi kalsium oleh tubulus ginjal
3.    Peran Kalsitonin dalam Absorbsi Kalsium
Kalsitonin adalah hormon peptida yang disekresikan oleh kelenjar tiroid yang kerjanya berlawana dengan PTH, yaitu menurunkan konsentrasi kalsium plasma. Adapun kerja kalsitonin di dalam tubuh adalah sebagai berikut kalsitonin mamberikan efek pengurangan kerja absorpsi osteoklas dan mungkin efek osteolitik dari membran osteositik di seluruh tulang, sehingga dapat menggeser keseimbangan penimbunan kalsium sesuai dengan cepatnya pertukaran garam-garam kalsium. Dan kalsitonin memberikan efek penurunan pembentukan osteoklas yang baru.

4.      Kalsium dalam Tulang
Sekitar 50% kalsium total dalam plasma (5 mEq/L) berada dalam bentuk terionisasi (bentuk yang memiliki aktivitas biologis pada membran sel). Sisanya sekitar 40% terikat dengan protein plasma dan 10% lainnya dalam ikatan kompleks dalam bentuk non-ionisasi dengan anion-anion sepeerti pada fosfat dan sitrat.
Konsentrasi ion Kalsium pada CES normalnya sekitar 2,4 mEq/L. Bila konsetrasi ion kalsium turun melewati batas normal (hipokalsemia), maka akan timbul rangsangan pada sel-sel saraf dan otot yang meningkat dengan nyata dan pada beberapa keadaan yang ekstrem dapat menyebabkan tetani hipokalsemik yang ditandai dengan kekekuan otot. Sedangkan pada keadaan dimana konsentrasi ion Kalsium melebihi nilai normalnya (hiperkalsemia), yang menekan ambang rangsang pada neuromuskular yang berakibat aritmia jantung.
Perubahan konsentrasi ion hidrogen plasma dapat mempengaruhi derajat ikatan kalsium terhadap protein plasma. Pada pasien asidosis, lebih sedikit kalsium yang berkaitan dengan protein plasma. Sedangkan pada pasien alkalosis, jumlah ion kalsium yang terikat dengan protein plasma lebih besar.
Tulang adalah organ vital yang berfungsi untuk alat gerak pasif, proteksi alat-alat didalam tubuh, pembentuk tubuh, metabolisme kalsium dan mineral dan organ hemopoetik. Hampir semua kalsium dalam tubuh (99%) disimpan di dalam tulang dan sisanya pada cairan ekstrasel dan 0,1% dalam cairan intrasel. Oleh karena itu, tulang berperan sebagai penampung yang besar untuk menyipan kalsium dan sebagai sumber kalsium bila kalsium pada ciran ekstraselular menurun.
 Bone turnover merupakan mekanisme fisiologik yang sangat penting untuk memperbaiki tulang yang rusak atau mengganti untuk tulang yang tua dengan tulang yang baru. Tulang secara kontinu dibentuk oleh osteoblas dan diabsorbsi ketika osteoklas menjadi aktif. Dan tulang juga diabsorbsi secara kontinu dengan adanya osteoklas yang merupakan sel fagositik besar yang bernti banyak dan suatu turunan monosit yang dibentuk di sum-sum tulang.
Tahap awal produksi tulang adalah sekresi molekul kolagen (monomer kolagen) dan substansia dasar oleh osteoblast. Monomer kolagen ini akan berpolimerasi dengan cepat untuk membentuk serat kolagen (osteoid). Selama osteoid dibentuk, sejumlah osteoblas terperangkap dalam osteoid dan menjadi inaktif. Pada tahap ini, osteoblas disebut osteosit.
Dalam waktu beberapa hari setelah osteoid dibentuk, garam kalsium mulai mengalami presiptasi pada permukaan serat kolagen. Presipitat mulai terjadi di sepanjang serat kolagen dan nantinya akan menjadi produk akhir yang berupa kristal hidroksapatit. Garam kalsium awal yang akan ditimbun bukan berupa kristal hidroksiapatit namun senyawa amorf (non-kristalin). Kemudian melalui proses substitusi dan penambahan atom atau reabsorpsi dan represipitasi, garam-garam ini kemudian akan diubah menjadi kristal hidroksiapatit selama berminggu-minggu.
Beberapa persen senyawa tersebut tetap berada dalam bentuk amorf. Karena garam amorf dapat diabsorpsi dengan mudah ketika sejumlah kalsium tambahan dibutuhkan dalam cairan ekstrasel Kalsium yang berupa garam amorf ini dapat mengalami pertukaran, yang akan menjadi suatu penyangga yang cepat yang akan menjaga agar konsentrasi ion kalsium dalam plasma tidak terlalu naik atau turun terlalu rendah pada keadaan transien dengan kelebihan atau kekurangan ketersediaan kalsium
5.    Reabsorbsi Kalsium dalam Tubuh
Nilai asupan kalsium dalam makanan normalnya sekitar 1000 mg/hari, dengan sekitar 900 mg/hari kalsium disekresikan di dalam feses. Dalam kondisi tertentu, ekskresi kalsium di feses dapat melebihi kalsium yang dicerna karena kalsium juga dapat disekresikan ke dalam lumen usus. Oleh karena itu, traktus gastrointestinal dan mekanisme regulasi yang mempengaruhi absorpsi dan sekresi kalsium intestinal berperan penting dalam homeostasis kalsium.
Hanya sekitar 50% kalsium plasma yang terionisasi, dan sisanya terikat plasma atau dalam ikatan kompleks dengan anion seperti fosfat. Maka hanya sekitar 50% kalsium inilah yang difiltrasi oleh glomerulus. Normalnya ada sekitar 99% kalsium yang difiltrasi akan direabsorbsi oleh tubulus ( 65% di reabsorbs di tubulus proksimal, 25-30% direabsorbsi di ansa henle dan sekitar 4-9% direabsorbsi di tubulus distal dan koligentes) dan sisanya yang 1% disekresikan melalui urin.
Ekskresi kalsium disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Dengan peningkatan asupan kalsium, juga terdapat peningkatan ekskresi kalsium dari ginjal. Dengan hilangnya kalsium, ekskresi kalsium oleh ginjal juga menurun karena terjadi peningkatan reabsorbsi kalsium oleh tubulus.
Faktor yang mempengaruhi reabsorbsi kalsium adalah :
a.    Konsentrasi fosfat plasma
Peningkatan konsentrasi fosfat plasma akan merangsang peningkatan reabsorbsi kalsium olah ginjal. Dan sebaliknya, jika terjadi penurunan konsentrasi fosfat plasma akan menimbulakan penurunan reabsorbsi kalsium oleh ginjal.
b.    Asidosis metabolik dan Alkalosis metabolik
Asidosis metabolik merangsang terjadinya peningkatan reabsorbsi kalsium oleh ginjal, sedangkan pada alkalosis metabolik terjadi penurunan reabsorbsi kalsium oleh ginjal.
c.    Tekanan darah
Peningkatan tekanan darah menimbulkan penurunan reabsorbsi kalsium oleh ginjal. Sedangkan pada penurunan tekanan darah merangsang peningkatan reabsorbsi kalsium oleh ginjal.
d.    Hormon Paratiroid
Peningkatan PTH merangsang peningkatan reabsorbsi kalsum oleh ginjal, dan sebaliknya.

e.    Volume CES
Peningkatan CES menimbulakn penurunan reabsorbsi kalsium oleh ginjal. Sedangkan penurunan CES merangsang peningkatan reabsorbsi kalsium oleh ginjal.
6.    Faktor Penghambat PenyerapanAbsorbsi Kalsium
Terdapat beberapa faktor penghambat penyerapan kalsium yaitu :
a.    Natrium / Sodium
Natrium meningkatkan pengeluaran kalsium bersama urin, sehingga menyebabkan kalsium tidak optimal diserap oleh tubuh.
b.    Kortikosteroid
Obat-obatan jenis kortikosteroid juga menjadi salah satu penghambat penyerapan kalsium oleh tubuh.
c.    Oksalat
Oksalat mendorong hilangnya kalsium dari dalam tubuh. Makanan dan minuman yang mengandung oksalat diantaranya adalah bir, susu kedelai, susu coklat, buah asam, lemon, anggur ungu, timun, seledri, terung, dan peterseli.
d.    Sulfat
Sulfat juga dapat meningkatkan pengeluaran kalsium lewat urin.
e.    Fosfat / Fosfor
Fosfat atau fosfor yang biasanya terkandung dalam minuman bersoda dan makanan olahan menjadi salah satu penghambat penyerapan kalsium oleh tubuh.
f.      Serat tak Larut
Serta tak larut juga dapat menghambat penyerapan kalsium oleh tubuh.
g.    Alkohol
Alkohol mengganggu penyerapan kalsium oleh tubuh karena alkohol menghambat enzim yang dapat mengaktifkan vitamin D.
h.    Faktor lain yang bisa membuat tubuh tidak efektif dalam menyerap kalsium adalah merokok, stres, dan kurang olahraga.

7.    Faktor yang Meningkatkan Absorpsi Kalsium
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan absorpsi kalsium adalah:
a.    Tingkat kebutuhan tubuh terhadap kalsium
Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, masa kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium.
b.    Vitamin D
Vitamin D merangsang absorpsi kalsium melalui langkah-langkah kompleks. Vitamin D meningkatkan absorpsi pada mukosa usus dengan cara merangsang produksi protein pengikat kalsium
c.    Asam klorida
Asam Klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkan pH di bagian atas usus halus.
d.    Makanan yang mengandung lemak.
Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium.

C.     Kelebihan dan Kekurangan Calsium dalam Tubuh Manusia
Kelebihan kalsium tejadi apabila mengkonsumsi kalsium sebesar 2500 mg/hari. Kelebihan kalsium dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar)
Terdapat tiga kelompok manusia yang mudah mengalami kerkurangan kalsium, yakni masa bayi, ibu hamil dan ibu menyusui, serta manula.
Pada masa bayi susu ibu adalah sumber utama kalsium; setelah bayi berhenti minum air susu ibu, pasokan kalsium yang bersumber dari tubuh ibu tiba-tiba terhenti, oleh karena itu bayi perlu mendapat suplemen kalsium. Pada anak-anak kekurangan kalsium dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang lemah, perkembangan terlambat, dan sebagainya; pada waktu bersamaan anak suka menangis, mempunyai tabiat yang aneh, tidur tak nyenyak, misalnya sulit tidur, malam terbangun, berkeringat banyak. Selain itu anak mengalami kebusukan gigi, mata minus, bahkan menurunnya imunitas dan daya tahan tubuh, mudah terserang flu, sakit panas, diare, dan sebagainya, ini kemungkinan berhubungan dengan kekurangan kalsium. Para ibu hamil dan ibu menyusui juga memerlukan suplemen kalsium, ini berhubungan dengan kalsium dari tubuh ibu yang diperlukan oleh bayi dan anak-anak, jika tidak segera diberi suplemen yang memadai, maka akan dipertahankan dari kalsium yang bersumber dari tulang ibu. Setelah ibu hamil melahirkan, timbul gejala sakit pinggang, yang juga berkaitan dengan hal ini; apabila pada masa ini kalsium terlepas terlalu banyak, maka pada masa tua cenderung akan mengalami osteoporosis. Fungsi penyerapan kalsium pada manula menurun, di mana penyerapan kalsium berkurang sedangkan sekresi bertambah. Setelah usia 40 tahun, setiap 10 tahun pelepasan kalsium dari tulang terjadi sekitar 3% - 5%, sehingga banyak manula yang mengalami osteoporosis. Penelitian beberapa tahun belakangan ini membuktikan bahwa kekurangan kalsium juga merupakan penyebab utama timbulnya hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, dimnesia, dan berbagai penyakit alergi.

Kekurangan kalsium dapat menyebabkan gejala-gejala sebagai berikut:
1.    Masa hamil
gigi linu, sakit punggung dan pinggang ngilu, tegang, lemah, mual di pagi hari, insomnia, keram
2.    Masa menyusui
gigi sakit dan linu, sakit pinggang, keram, osteoporosis, tulang mudah patah
3.    Masa pertumbuhan
pertumbuhan terlambat, menurunnya imunitas tubuh, mudah terserang influenza, pertumbuhan tulang tak baik, kebusukan gigi, mata minus
4.    Orang dewasa
keram otot, tegang dan sulit tidur, jantung berdebar tak normal, badan sering pegal
5.    Menopose
sakit pingang, insomnia, tegang, nuansa hati tak baik
6.    Manula
 insomnia, osteoporosis, tulang mudah patah, tinggi badan menyusut, sakit punggung dan pinggang ngilu, keram.
Promosi makanan dan minuman yang mengandung kalsium sebagai penguat tulang pada masa pertumbuhan atau antiosteoporosis pada orang dewasa banyak didapatkan. Intervensi melalui makanan difokuskan pada pemasukan kalsium yang merupakan mineral utama penyusun tulang (Akesson, 1998; O’Brien, 1998). Apabila kandungan mineral utama tulang (kalsium) berkurang maka kekuatan tulang menurun dan tulang akan kehilangan struktur pendukung interna (Paturusi, 2001).
Osteoporosis merupakan penyakit yang sering dikaitkan dengan kurangnya kalsium dalam tubuh. Osteoporosis dicirikan oleh rendahnya massa tulang dan kemunduran struktur jaringan tulang yang menyebabkan kerapuhan. Bila tidak dicegah atau bila tidak ditangani, proses pengeroposan akan terus berlanjut sampai tulang menjadi patah dan penderita mengalami kesakitan dalam melakukan pergerakan anggota tubuhnya. Patah tulang ini umumnya akan terjadi pada tulang belakang, tulang panggul dan pergelangan tangan.
Kekurangan kalsium umumnya tidak dirasakan pada awalnya. Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, tulang menjadi kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Apabila massa tulang tidak mencapai maksimal pada usia 30 tahun, maka kehilangan kalsium pada usia 50 tahun semakin besar, sehingga resiko patah tulang akibat osteoporosis semakin besar. Kurangnya kalsium tidak hanya menyebabkan osteoporosis, tetapi juga dapat mengakibatkan penyakit yang serius, seperti hipertensi, diabetes, jantung dan stroke.
Banyak orang tidak menyadari kalau osteoporosis atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas. Sering kali osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah. Contoh kasus seorang terpeleset ringan, Namun ternyata yang dialami tulangnya patah di bagian lengan atau pinggang. Karena itu, tidak heran kalau banyak ahli mengatakan untuk menghindari osteoporosis tidak bisa dilakukan sekali saja, tetapi harus melalui proses yang dimulai dari pencegahan sejak dini.

BAB III
KESIMPULAN

1.      Kebutuhan kalsium yag dibutuhkan orang Indonesia rata-rata adalah 500-800 mg per hari. Sekitar 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu terdapat pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Manfaat kalsium antara lain untuk melancarkan peredaran darah, melenturkan otot, menormalkan tekanan darah, menyeimbangkan keasaman/kebasaan darah, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mencegah osteoporosis, dan lain-lain.
2.      Ion kalsium secara aktif diabsorbsi ke dalam darah terutama dari duodenum dan jumlah absorbsi ion kalsium dikontrol sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh akan kalsium. Faktor penting yang mengontrol absorbsi kalsium adalah PTH (Paratiroid Hormone) yang disekresikan oleh kelenjar paratiroid dan vitamin D.
3.      Kelebihan kalsium tejadi apabila mengkonsumsi kalsium sebesar 2500 mg/hari. Kelebihan kalsium dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar). Pada anak-anak kekurangan kalsium dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang lemah, perkembangan terlambat, dan sebagainya. Pada masa tua cenderung akan mengalami osteoporosis.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. 8 Faktor Penghambat Penyerapan Kalsium. Diambil dari http://tipskesehatanplus.com/2011/01/8-faktor-penghambat-penyerapan-kalsium/ pada hari selasa, 7 Juni 2011 pukul 15.15 wib

Anonim. 2010. Tulang dan Kalsium. Diambil dari http://www.medicastore.com/ pada hari selasa, 7 Juni 2011 pukul 15.15 wib

Anggaway. 2011. Pengaruh Aktivitas Fisik dan Latihan Terhadap Penyerapan Kalsium. Diambil dari http://anggaway89.wordpress.com/ pada hari selasa, 7 Juni 2011 pukul 15.15 wib

Marlina, Waty, dkk. 2009. Metabolisme Kalsium Dan Tulang. Diambil dari http://hilwana90.blogspot.com/2009/03/metabolisme-kalsium-dan-tulang.html pada hari selasa, 7 Juni 2011 pukul 15.15 wib

Menik. 2010. Peranan Kalsium dalam Tubuh Manusia. Diambil dari http://id.shvoong.com/medicine-and-health/ pada hari selasa, 7 Juni 2011 pukul 15.15 wib

Prima, Hendri. 2010. Makalah Gizi : Kalsium. Yogyakarta: PJKR FIK Universitas Negeri Yogyakarta.

Radariasa, Made. 2010. Kalsium Untuk Kehidupan Manusia. Diambil dari http://radarvision.blogspot.com/

Sunarko,Setyawan, dkk. 2007. Pemberian Tambahan Kalsium Pada Masa Pertumbuhan Terhadap Tebal Tulang Kortikal Dan Trabekular. Majalah Ilmu Faal Indonesia Vol. 6/3/2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar !!!