Sabtu, 27 Maret 2010

Rambu-rambu dalam pergaulan Islami pria dan wanita:


*      Menahan pandangan dari kedua belah pihak. Artinya, berdua harus mampu dalam keadaan  bagaimanapun dan dimanapun menahan pandangan untuk tidak saling melihat aurat, tidak boleh memandang dengan syahwat dan tidak boleh memandang berlama-lama tanpa ada keperluan.
Berdasarkan hadis Nabi, pandangan pertama itu keuntungan, nah pandangan yang kedua adalah dosa. Jadi, kalau ada cewek yang berpakaian seksi dan anda melihatnya, segeralah alihkan pandangan mata anda ke tempat yang lain dengan cara yang halus. Jadi, anda nggak perlu memejamkan mata kalau naik bus, namun janganlah pandangan pertama itu diikuti dengan pandangan kedua, ketiga lalu mengkhayal de es te...
*      Mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat agama Islam (menutupi aurat masing-masing).
*      Menjalankan adab-adab pergaulan sebagai seorang muslim dan muslimah yang bukan mahram. Seperti, dalam perkataannya, harus menghindari perkataan yang merayu dan membangkitkan rangsangan; Dalam berjalan, jangan memancing pandangan orang; Dalam gerak, jangan berjingkrak atau berlenggak-lenggok; menjauhkan diri bau-bauan atau warna-warna/corak pakaian/dandanan yang mengundang syahwat.
*      keempat, jangan terlalu sering berduaan (karena disamping mendatangkan fitnah dari orang lain untuk keduanya, juga bisa mendatangkan fitnah yang datang dari keduanya). Usahakan untuk menyertakan orang lain dalam kebersamaan kalian (jadi bertiga atau lebih).

Ini bisa dicoba dengan melakukannya secara perlahan-lahan. Dimulai dengan
mengikut-sertakan pihak ketiga dalam persahabatan kalian berdua. Coba ajak serta sahabatmu atau saudaramu yang perempuan jika kamu bepergian. Atau, bisa juga sahabat atau saudara dia. Asyik juga kok kalau pergi bertiga, paling tidak, kalau kalian mati kata ketika ngobrol, ada orang lain yang bisa memperpanjang obrolan kalian. Di samping itu, insya Allah cara ini bisa sedikit mengerem suara-suara sumbang yang ditujukan pada persahabatan kalian.

ZINA
v  zina' nya mata adalah memandang yang bukan mahrom.
v  zina' nya lidah adalah membicarakan hal yang mesum,
v  zina'nya tangan adalah meraba tubuh wanita yang bukan mahrom.
v  Dan ini yang lebih sulit, bahwa hati pun bisa ber'zina', dan 'zina' nya hati adalah membayangkan yang belum boleh dilakukan sebelum pernikahan. Baik ini dibuktikan dengan "x" atau tidak.

PACARAN
>bagaimana sebenarnya pacaran dalam islam?
>kalau bisa terangkan dalil-dalilnya
>terimakasih atas penjelasannya
Hingga saat ini, belum satupun yang bisa memberikan defenisi baku tentang pacaran. Jadi jawabannya akan kembali kepada pengertian anda, apakah yang anda maksud dengan pacaran. Jika pacaran yang dimaksud sekedar pada batas saling mengenal, yang tentunya semoga breujung dengan sebuah pernikahan, maka pacaran ini tidak apa-apa. Sudah tentu dengan catatan, ada limit-limit yang harus dijaga. Misalnya saja, dilarang berdua-duaan, apalagi yang lebih dari itu.Namun jika yang dimaksud as western people understand, ini jelas diharamkan dalam ajaran agama Islam. Sebab pacaran (dating) dalam pandangan American misalnya adalah boleh segala-galanya termasuk hubungan usami isteri. Bedanya, kalau suami isteri resmi, kalau pacaran belum suami isteri tapi boy-girl friends. Maka ada istilah single parent ,,,,
Ini bisa dicoba dengan melakukannya secara perlahan-lahan. Dimulai dengan
mengikut-sertakan pihak ketiga dalam persahabatan kalian berdua. Coba ajak serta sahabatmu atau saudaramu yang perempuan jika kamu bepergian. Atau, bisa juga sahabat atau saudara dia. Asyik juga kok kalau pergi bertiga, paling tidak, kalau kalian mati kata ketika ngobrol, ada orang lain yang bisa memperpanjang obrolan kalian. Di samping itu, insya Allah cara ini bisa sedikit mengerem suara-suara sumbang yang ditujukan pada persahabatan kalian.


Islam tidak metolerir pergaulan laki-laki perempuan seperti yang sekarang ini yang kita kenal sebagai pacaran. Selain itu tidak ada perintah dancontoh dalam Al-Quraan dan Al-Hadits, dlm Islam sudah diatur etika pergaulan laki-laki dan perempuan yang mana sudah sejak Nabi SAW  tdk ada perubahan sama sekali. Sedangkan etika pacaran, mulai dari
saya muda sampai sekarang ini terlihat sudah banyak perubahan. makin hari makin tidak islami.Kalau saja orang-orang beriman laki-laki dan perempuan menjalankan perintah Allah maka mereka akan sama-sama memejamkan mata, mereka akan sama-sama menjaga farji (lihat An-Nur 30-31). Kalau dalam sebuah Hadits yang dikenal dikalangan ulama, bahwa sesungguhnya pandangan (kpd laki-laki atau perempuan) itu adalah panah iblis yang beracun. Maka barang siapa meninggalkannya, Allah akan menggantikannya dng keimanan yang terasa manis dlm hatinya.Dlm Islam, memperlihatkan aurot, bagi perempuan yaitu seluruh tubuh perempuan kecuali wajah dan telapak tangan, itu dilarang
Apalagi seperti gaya pacaran masa kini yang bukan saja saling memperlihatkan aurot, tapi minimal sudah saling menyentuhkan aurot.Na'udzubillaahi mindzalik.

Permasalahan sering timbul ketika kedua oknum tidak dapat dapat membedakan antara MENCINTAI objek dan MENCINTAI DIRI SENDIRI.
Sering kali cinta yang tidak ikhlas memaksa objek untuk sesuatu yang disukainya sebagai syarat atau imbalan cinta yang dia berikan kepada objeknya
                           
Tidak ada  konsep pacaran dalam Islam, yang ada hanyalah seperangkat etika dalam hubungan antara lelaki dan perempuan. kalau anda mau berteman dengan lawan jenis, silahkan saja, namun usahakan selalu ada orang ketiga, usahakan juga jangan sengaja lewat tempat yang sepi, atau sengaja cari-cari alasan buat "mojok".
Hati-hati, setan berkeliaran disekeliling kita. Jangan coba-coba mau ikut-ikutan film Hollywood yang kalau kencan harus pakai ciuman segala. Sekali lagi, saya ingatkan al-Qur'an menyebut bahwa kita dilarang untuk mendekati zina.

1 komentar:

Tulis Komentar !!!