Sabtu, 27 Maret 2010

BIRUL WALIDAIN


Begini, pada jaman dahulu kala, jaman Rasulullah saw, ada seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Salam. Kisah ini diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib ra. Waktu Rasulullah sedang duduk-duduk dengan beberapa sahabat termasuk Ali di dalamnya, ada yang datang….srek…srek….srek….Assalamu'alaikum…..trus dijawab oleh semua yang hadir…..wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu…..trus orang yang tadi bilang begini…..ya Rasulullah, saya diutus Abdullah bin Salam untuk meminta Rasul datang menjenguknya, ia sedang sakit keras dan hampir menemui ajalnya …. Dia ingin berpesan sesuatu pada Anda …. Setelah mendengar permintaan itu Rasulullah bangun dan mengajak para sahabat untuk nengok Abdullah bin Salam.  Begitu sampe di rumah Abdullah bin Salam, Rasulullah duduk di dekat kepalanya trus meminta Abdullah membaca dua kalimat syahadat. Sampe tiga kali Rasulullah saw mengucapkan kata-kata yang sama, Abdullah tetap tidak menirukan ucapan nabi tersebut, lalu beliau bersabda, "Tiada daya dan kekuatan selain daya dan kekuatan Allah yang Maha Luhur dan Agung". Abis gitu Rasul manggil Bilal ra. Dan meminta Bilal untuk menemui istri Abdullah bin Salam ini. Kata istrinya, Abdullah bin Salam ini sejak menikahi istrinya belum pernah meninggalkan shalat berjamaah bersama Rasulullah dan setiap hari selalu bersedekah tetapi ibunya tidak meridloi dia…. Setelah mendengar informasi dari istrinya, Rasulullah meminta Bilal untuk mendatangkan ibunya….eh ternyata udah susah-susah ke rumah ibunya, ibu Abdullah bin Salam ini tidak mau datang ke rumah anaknya denga alasan sakit hati…akhirnya Bilal gagal menjalankan misinya mendatangkan ibu Abdullah bin Salam. Akhirnya Rasulullah minta supaya Ali dan Umar yang memanggil ibu Abdullah bin Salam itu… setelah ditegaskan bahwa Rasulullah saw bener-bener meminta supaya ibu itu datang ke rumah anaknya, akhirnya ibu itu terpaksa juga datang ke rumah anaknya itu untuk memenuhi panggilan Rasulullah.  Terus setelah mengahadap Rasulullah saw, ibu Abdullah bin Salam bilang "Anakku, demi Allah, dunia dan akhirat tidak akan memaafkan kesalahanmu yang begitu menyakiti hati" Trus Rasulullah saw bilang… "wahai ibu, takutlah kepada Allah 'Azza wa Jalla dan kasihanilah anakmu ini"…trus akhirnya ibunya ini cerita kalo ternyata anaknya itu telah memukul dan mengusir ibunya dari rumahnya hanya lantaran begitu cintanya pada istrinya, dia mencampakkan dan mendurhakai ibunya …..trus akhirnya Rasulullah saw berkata kalo ibu itu bersedia memaafkan kesalahan anaknya, hak-hak ibu itu ditanggung oleh Rasulullah saw. Akhirnya ibu itu memaafkan kesalahan anaknya.  Setelah itu, Rasulullah minta Abdullah bin Salam mengucapkan dua kalimat syahadat, dan akhirnya ia mampu menirukannya dan menghembuskan nafasnya yang terakhir Setelah mensholatinya dan mengebumikan Abdullah bin Salam, Rasulullah bersabda "Wahai kaum muslimin, perhatikanlah bahwa barangsiapa tidak berbakti kepada ibunya, niscaya ia mati tanpa berbekal syahadat (iman)."  Wah, sebegitunya ya peran orang tua terutama ibu…..makanya kita tidak boleh ya menyakiti hati ibu kita sedikit aja. Kalo dulu sih enak, ada Rasulullah, kalo ada masalah gampang diberesinnya…, kalo sekarang ?…makanya jangan bikin masalah…  Saya jadi inget cerita salah satu teman saya…Gini ceritanya, teman saya itu pinter dan rajin masuk sekolah…suatu hari dia mau ulangan fisika ….wah dari malem dia udah belajar dengan semangat '45 deh. Eh engga tau kenapa, ternyata besok paginya sebelum berangkat dia berantem sama ibunya, akhirnya dia berangkat sekolah denga keadaan berantem dengan ibunya….ternyata pas ulangan, dia lupa apa yang dia udah apalin semaleman. Dan hasilnya pun dia dapet nilai 3 atau 4 (kalo nggak salah) padahal ulangan yang pertama dapat nilai 9…..turun drastis kan ?!.. trus dia nyesel deh udah berantem sama ibunya dan sampe sekarang dia baik banget sama ibunya. Itulah satu bukti lagi yang bisa kita ambil hikmahnya tentang berbakti kepada orang tua.  

Kedudukan Birrul Walidain.
Dalam Islam, birrul walidain menempati kedudukan yang istimewa….mau tau alasannya? Jangan tanya Galileo, soalnya dia ngga ada…, sekarang ayo kita buka Al Qur'an dan kita cari jawabannya….  1. Perintah ihsan (baik) pada orang tua dalam Al Qur'an langsung sesudah perintah hanya beribadah kepada Allah atau larangan mempersekutukan Allah….ayo coba kita lihat surat 2 ayat 83 dengan surat 6 ayat 151…. Siapa yang mau baca ayatnya?…baca yang keras ya supaya semuanya bias ngedenger…. Udah jelas ya ayatnya, jadi ngga usah diterangin lagi, trus…  2. Allah mewasiatkan, mewajibkan maksudnya kepada orang tua untuk ihsan kepada orang tua, ayatnya ada di surat Al Ankabut, surat 29 ayat 8 dan Surat Al Ahqaf, surat 46 ayat 15, nah sekarang yang bacanya gantian dong…. Dalam ayat ini juga udah jelas ya perintah Allah.  3. Allah meletakkan perintah terima kasih kepada orang tua setelah terima kasih kepada Allah (QS. Luqman (31) : 14)  4. Dalam hadits Muttafaqun 'alaih, Rasul saw, meletakkan birrul walidain sebagai amalan kedua terbaik setelah shalat tepat waktu.  5. Dalam hadits Mutafaqun'alaih juga, Rasul saw meletakkan durhaka kepada orang tua atau 'uququl walidain sebagai dosa terbesar kedua setelah syirik kepada Allah6. Rasulullah mengkaitkan keridlaan dan kemarahan Allah swt dengan keridlaan dan kemarahan orang tua Ridlallah fi ridla walidain…(HR. Tirmidzi).  Gimana? ternyata istimewa ya kedudukan ibu dan bapak kita …… sebenarnya apa sih penyebab keistimewaan orang tua kita?… nah untuk yang satu ini saya punya ceritanya nih….  Jadi begini ….. adik-adik inget khan bahwa Allah menciptakan manusia di bumi ini untuk dijadikan sebagai khalifah ? Ya tentu aja dong sesuai dengan fitrah makhluk, makhluk itu artinya yang diciptakan, makhluk itu pasti mati atau tidak kekal. Jadi supaya khalifah di bumi ini enggak habis karena mati maka Allah selalu membuat "manusia-manusia baru" untuk meneruskan tugas sebagai khalifah ini. Adik-adik bisa ngebayangin nggak seandainya tiba-tiba di bumi ini pertambahan manusianya langsung dalam bentuk orang dewasa? Gak mungkin ya? Lagian kalo langsung dewasa gimana mereka belajar dan tiba-tiba harus jadi khalifah? Nah oleh sebab itu, Allah membuat khalifah itu dengan pertama-tama membuat mereka dalam bentuk anak atau bayi ya…..  Nah terus kalo kita pikir lagi gimana caranya nih supaya anak kecil atau bayi tadi yang gak bisa apa-apa, yang lahir dalam keadaan tidak berdaya itu bisa hidup di dunia ini sendiri dan belajar segala halnya sendiri, nggak mungkin kan ?… oleh karena itu akhirnya Allah "nitipin" bayi tadi kepada sepasang manusia yang udah menikah untuk mengurus bayi tadi. Nah sebenernya nih, antara bayi atau calon manusia dengan sepasang manusia yang udah menikah ini nggak ada hubungannya apa-apa. Sepasang manusia ini hanya Allah kasih rahmat berupa kasih sayang sehingga mereka jatuh sayang dan sangat menyayangi calon manusia yang sebenarnya nggak mereka kenal tadi… dari rahmat kasih sayang tadi akhirnya muncul sebutan ayah, ibu, dan anak dan hubungan mereka menjadi sangat kuat. Tanpa kasih sayang dari Allah ini, nggak mungkin deh sepasang manusia tadi rela memelihara dan "menyerahkan seluruh hidupnya" untuk calon manusia yang nggak mereka kenal ini. Wah Maha Besar Allah ya yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Dengan rahmat ini akhirnya calon manusia tadi bisa hidup dan tumbuh layak seperti kita ini.  Terus, ternyata, kasarnya tuh Allah suka-suka aja nitipin anak ke setiap pasangan. Jadi bisa dibilang, tiap anak itu untung-untungan deh dalam mendapatkan orang tua. Ada yang Allah kasih jadi anak presiden, anaknya menteri, bahkan ada yang Allah titipin jadi anaknya tukang becak atau pembantu rumah tangga. Ada juga lo yang dititipin sama orang yang nggak bertanggung jawab…. Tapi bukan berarti Allah tidak adil lho…karena Allah Maha Tahu yang paling baik buat kita.  Saya pernah dapat cerita dari seorang temen tentang anak jalanan…..ternyata ada di antara mereka yang jadi anak jalanan gara-gara bapaknya nyeleweng dan ibunya udh nggak peduli lagi sama dia sampe akhirnya dia harus ngidupin dirinya sendiri, padahal umurnya masih seanak SD-an gitu…. Terus ada juga yang bahkan disuruh sama ibunya ngegembel gitu…kasian ya…. Kalo kita tau hal itu berarti kita harus banyak bersyukur ya karena ternyata Allah menitipkan kita pada orang yang begitu bertanggung jawab dan begitu menyayangi kita…. Alhamdulillah…berarti kita harus sangat menghargai pengorbanan orang tua kita itu ya….ngga tau deh apa jadinya kalo ternyata orang tua kita nggak pedulian sama kita, wah sedih banget pasti ya….padahal secara nggak langsung kita menyakiti dan merendahkan orang tua kita….."Bu! sini dong Bu…" atau "Ibu nih gimana sih kalo nyuruh yang bener dong biar kita nggak bingung" atau ….ya kita sendiri pasti tau dan bisa menilai ya….bagaimana perlakuan kita pada orang tua kita…sudah baik, cukup baik, biasa aja, kurang, atau bahkan buruk?! ..Na'udzubillah jangan sampai kita memperlakukan orang tua kita dengan cara yang buruk, Insya Allah, saya yakin kalo adik-adik saya ini sih pada hormat ya pada orang tuanya….kan udah diajarin sama kakak-kakaknya…he…he…he…  
Bentuk Birrul Walidain
Nah..setelah kita tau begitu besarnya pengorbanan dan kebaikan orang tu kita pada kita, jadi kira-kira gimana ya cara lkita mencintai dan menunjukkan rasa terima kasih dan hormat kita pada orang tua kita?…..  Siapa yang mau jawab? Kalo untuk pertanyaan yang satu ini jawabannya banyak banget, jadi satu orang harus punya jawaban dan nggak boleh sama, ya saya mulai dari sebelah kanan saya, gimana sih cara kita berbakti pada orang tua kita?….  Benerkan banyak banget, dan semua jawaban bener ya….! Oke deh kita ulang ya….. Jadi berbakti pada orang tua itu bisa dengan cara mengikuti keinginan orang tua selama keinginannya itu nggak menyimpang dari perintah Allah, saya yakin Insya Allah orang tua kita di sini keinginannya nggak ada yang menyimpang dari perintah Allah ya…..keinginan orang tua kita ini banyak, bisa keinginan dalam hal sekolah, pendidikan seperti les dan ngaji dan sebagainya.  Trus bisa juga dengan membantu orang tua kita dalam berbagai bentuk seperti membantu pekerjaan rumah, terus mendoakan orang tua, hormat dalam ucapan dan perbuatan, tidak berkata keras di depan orang tua apalagi mengeluarkan kata-kata kasar, tidak melakukan perbuatan yang menyusahkan hati orang tua, trus misalnya kalo orang tua kita udah meninggal, kita tetap menjaga silaturahim teman-teman dan saudara orang tua kita. Kalo kita udah kerja, ya kita juga bisa menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk orang tua kita ya…….  Wah ternyata dalam ya bahasan tentang orang tua ini…. Untuk yang terakhir, coba adik-adik buka surat Luqman ayat 14….coba bacakan keras-keras…iya, yang lain bisa denger semua nggak?… Saya ulangi ya…..  "Dan Kami perintahkan kepada manusia (supaya berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang semakin lemah, dan menyusukannya dalam dua tahun (selambat-lambat waktu menyapih adalah setelah anak berumur dua tahun). Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu".  Hanya satu ayat tapi syarat makna. Begitulah dalamnya pengorbanan orang tua kita pada kita sampai tidak mungkin kita dapat membalasnya, kecuali dengan memerdekakan orang tua kita seandainya beliau adalah seorang budak, begitu disebutkan dalam hadist riwayat Muslim.  Sekarang setelah kita bahas tentang orang tua, mari kita sama-sama mencoba untuk bersikap lebih sopan dan lebih menyayangi lagi orang tua kita…semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan ilmu yang Allah berikan pada kita. Amin ya Rabbal'alamin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar !!!