Rabu, 21 Juli 2010

Wisata Pendidikan ?? Kebun Raya Cibodas Saja......


Suatu saat, tepatnya pada tanggal 13-16 Juli 2010, akhirnya Allah memberi kesempatan untuk pertama kalinya melihat Hamparan Kebun Teh yang begitu luas. Serangkaian dengan acara Studi Banding Himpunan Mahasiswa Jurdik Biologi ke ITB, Allah .memberikan kejutan terindah dengan Indahnya Ciptaan-Nya. Kebun Raya Cibodas..... Ehm, Subhanallah Dasyatnya...... Terutama yang paling mengesankan adalah vegetasi yang ada disana. Sebelumnya, saya pernah berkunjung ke Kebun Raya Bogor, Kebun Raya yang sama-sama dikelola oleh LIPI, namun dilihat secara kasat mata, Kebun Raya Cibodas lebih asri, sejuk, dan vegetasinya tertata rapi. Berikut merupakan potret dari Kebun Raya Cibodas.
Kebun Raya Cibodas adalah salah satu dari empat Kebun Raya yang ada di Indonesia yang dikelola oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Visi dari Kebun Raya Cibodas adalah menjadi salah satu Kebun Raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi dan penelitian tumbuhan tropika dataran tinggi basah, pelayanan pendidikan lingkungan, dan pariwisata. Misinya adalah melestarikan tumbuhan tropika dataran tinggi basah, mengembangkan penelitian bidang konservasi dan pendayagunaan tumbuhan tropika dataran tinggi basah, mengembangkan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap arti penting tumbuhan dan lingkungan bagi kehidupan, serta meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI mempunyai tugas melakukan inventarisasi, eksplorasi, koleksi, penanaman, dan pemeliharaan tumbuhan pegunungan khususnya kawasan barat Indonesia yang memiliki nilai ilmu pengetahuan dan potensi ekonomi untuk dikoleksi dalam bentuk kebun botani, serta melakukan pendataan, pendokumentasian, pengembangan, pelayanan jasa dan informasi, pemasyarakatan ilmu pengetahuan di bidang konservasi, introduksi, dan reintroduksi tumbuhan.
Dalam melaksanakan tugas tersebut di atas, UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a.    Pelayanan, inventarisasi, eksplorasi, konservasi dan reintroduksi jenis tumbuhan dataran tinggi basah khususnya kawasan barat Indonesia yang memiliki nilai ilmu pengetahuan dan potensi ekonomi, pengembangan dan pendokumentasian biodata jenis tumbuhan koleksi yang berkaitan dengan konservasi ex-situ.
b.    Pemberian pelayanan jasa ilmiah, pemasyarakatan ilmu pengetahuan dalam bidang konservasi tumbuhan dan introduksi tumbuhan.
c.    Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
Di Kebun Raya Cibodas, banyak sekali wahana yang disediakan untuk menikmati vegetasi yang ada di sana, beberapa diantaranya adalah Air Terjun Ciismun, Taman Rhodhodendron, Taman Sakura, Taman Lumut, Taman Paku, dan beberapa taman serta tempat yang didesign dengan vegetasi pohon-pohon besar yang ada.
Bagi dunia pendidikan, apalagi Biologi SMA dan beberapa perguruan tinggi yang memiliki Jurusan Biologi, Ilmu Hayati, ataupun yang serupa, hendaknya menggunakan Kebun Raya sebagai pusat studi belajar, baik dari segi Biodiversity (Keanekaragaman Makhluk Hidup) terutama tumbuhan, Bryophyta (Lumut), Pterydophyta (Paku) ataupun dari segi Botani yang lain. Karena dari pengalaman saya mengunjungi Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas, tampaknya semua vegetasi yang ada disana memiliki potensi untuk digali ilmunya. Terutama pada Taman Lumut dan Taman Paku, siswa ataupun mahasiswa bisa belajar mengenai berbagai macam jenis paku dan lumut. Apalagi Taman Lumut di Kebun Raya Cibodas ini memiliki luas sekitar 1.500 m2 , merupakan taman lumut terbesar di Indonesia. Bahkan Indonesia adalah negara tropik pertama di dunia yang memiliki koleksi lumut outdoor. Di beberapa negara di daerah subtropik (Jerman, Singapura) juga terdapat taman/koleksi lumut, hanya saja karena iklim yang tidak mendukung, kebun tersebut pada umumnya berada di dalam ruangan.
Kebun Raya Cibodas memiliki iklim yang sesuai untuk pertumbuhan berbagai jenis paku-pakuan. Curah hujan dan kelembaban yang tinggi sangat sesuai sebagai habitat paku-pakuan dan kerabatnya. Saat ini Kebun Raya Cibodas telah mengoleksi ± 135 jenis, 24 suku paku-pakuan dan kerabatnya. Koleksi ini tertata dengan baik dalam kebun dan rumah paku Kebun Raya Cibodas. Selain tanaman koleksi di dalam kebun juga tumbuh ± 81 jenis, 22 suku paku-pakuan yang tumbuh liar.
Dari beberapa tanaman koleksi yang bisa dipelajari di Kebun Raya Cibodas adalah tanaman aromatik. Tanaman aromatik yaitu tanaman yang mengeluarkan aroma yang berasal dari minyak Essensial. ”Minyak Essensial adalah campuran senyawa-senyawa yang harum dan mudah menguap”(Oyen dan Nguyen Xuang Dung, 1993). Aroma yang dihasilkan tanaman aromatik diantaranya keluar dari bunga, daun, batang dan akar. Sebagian dari aroma akan lebih terasa jika diremas atau dilukai, misalnya daun Kayu Manis jika diremas akan terasa bau yang menyengat, Kayu Pinus akan terasa harum jika dilukai dan Bunga Melati mengeluarkan aroma setelah hujan turun dan membasahinya. Lain lagi ceritanya bagi tanaman Cestrum nocturnum, bunganya mengeluarkan aroma hanya pada malam hari. Bagi yang pertama kali merasakan aroma tanaman ini tentunya akan merinding karena baunya yang seperti aroma mistis. Potensi koleksi tanaman aromatik yang ada di Kebun Raya Cibodas sebagian sudah diketahui manfaatnya. Bagi masyarakat Indonesia dan Negara lainnya penggunaan tanaman aromatik bukan sesuatu hal yang baru, seperti keharuman dari bunga Michelia champaca telah dimanfaatkan sebagai minyak Parfum yang digunakan sebagai wangi-wangian.
Di Kebun Raya Cibodas selain tanaman-tanaman aromatik yang dikoleksi, banyak juga tanaman–tanaman yang tumbuh liar. Tanaman liar ini bila diperhatikan tentunya tidak kalah menariknya, seperti Houttuynia cordata tanaman terna menahun, melata atau tegak tinggi 20-90 cm, dengan nama daerah Amis-amisan (Jawa Tengah). Tanaman ini mengeluarkan aroma tak sedap seperti amis darah, bila diremas baunya sangat menyengat dan lama menempel di tangan, tanaman ini juga dipercaya berkhasiat sebagai obat asma dan pilek.
Beberapa koleksi tanaman aromatik Kebun Raya Cibodas diantaranya:
~ Backhousia citriodora
~ Litsea cubeba
~ Crinum johnstonii
~ Cinnamomum camphora
~ Cinnamomum burmanni
~ Ilicium anisatum
~ Magnollia candollii
~ Magnolia grandiflora
~ Cestrum nocturnum
~ Melaleuca cajuputi
~ Melaleuca alternifolia
~ Piper aduncum
Selain hal tersebut, pengunjung dapat menikmati indahnya taman-taman yang di design untuk kenyamanan rekreasi pengunjung, diantaranya adalah Taman Sakura dan Taman Rhododendron. Taman Sakura dibangun pada tanggal 16 April 2007. Kawasan ini luasnya 5.000 m2. Jumlah tanaman ini sekitar 400 jenis termasuk dengan tanaman yang masih kecil. Untuk pembungaannya biasanya prunus berbunga dua kali dalam setahun, yaitu antara bulan Januari - Februari dan antara bulan Agustus - September. Jika sedang berbunga akan menjadi sebuah pemandangan yang indah.
Selanjutnya adalah Taman Rhododendron, taman ini dibangun untuk mengakomodasi koleksi jenis-jenis Rhododendron sekaligus sebagai tempat rekreasi karena dirancang dengan nilai estetika yang tinggi sehingga nyaman dilihat. Koleksi yang ada terdiri dari jenis-jenis asli Indonesia, seperti R. javanicum dan R. macgregoriae, jenis-jenis introduksi seperti R. mucronatum dan R. sinense dari Jepang, dan jenis-jenis hibrida. Di tempat ini pengunjung akan menemukan beberapa koleksi bunga Rhododendron dengan susunan warna-warna menarik dan koleksi tanaman jenis Agave dan Aloe yang dilatarbelakangi oleh gemercik air terjun kecil dan air yang melintasi jalan aspal.
Untuk Air Terjun Ciismun, karena keterbatasan waktu dan saat kesana rombongan kami hanya berjalan kaki, jadi saya tidak sempat melihatnya, ehm sayang sakali yach,,, Memang seharusnya kalau mau lebih menjelajahi dan mengenal Kebun Raya Cibodas dan lebih menggali ilmu disana baiknya meliuangkan waktu yang cukup banyak dan bagi yang tidak kuat berjalan, pilihlah prioritas hal yang akan dipelajari atau kalu memungkinkan gunakanlah mobil pribadi. Pesannya, kalau kesana harus benar-benar menjaga kebersihan dan jangan kaget, karena Anda akan dihadapkan oleh berbagai hal yang belum pernah Anda lihat sebelumnya, pohon-pohon dan vegetasi yang jarang di Indonesia pun akan kita jumpai disana. Untuk fasilitas yang disediakan disana antara lain adalah rumah makan dan beberapa mushala. Untuk shalat jangan khawatir, karena di beberapa sudut Kebun Raya ini disediakan mushala, sehingga jika pengunjung bisa berwisata tanpa bingung harus kesana kemari untuk shalat.      
Dari sedikit penjelasan di atas, pasti pembaca, terutama biologist tertarik untuk berkunjung bukan?? Berdasarkan PP. No. : 75 Tahun 2007 Tanggal 10 Desember 2007, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2008 harga tiket masuk UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, LIPI sebagai berikut :
Dewasa dan Anak-anak
:
Rp.   6.000,-
Mobil
:
Rp. 15.500,-
Motor
:
Rp.   2.500,-
Harga tiket tersebut di atas sudah termasuk asuransi. Hari minggu/libur hanya kendaraan roda empat yang bisa masuk ke kawasan Kebun Raya Cibodas. Walaupun, pas saya berkunjung kesana, terlihat beberapa kendaraan roda dua yang kesana kemari... Kasihan juga tuch, rumputnya yang bagus jadi rusak... Untuk berkunjung kesana, sebenarnya cukup murah,,, tapi kalau dari Jogja ya yang mahal onkos transport-nya,,, he3x
Atau kalau teman-teman perlu kerjasama atau keperluan lain yang akan didiskusikan dengan pengelola Kebun Raya Cibodas ini, berikut merupakan Contact Person Kebun Raya Cibodas :
UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI
PO. Box. 19 Sdl. Sindanglaya Cipanas Cianjur 43253
Telp. 0263-512233, 520448, 520467 Fax. 0263-512233
Atau teman-teman dapat menghubungi Kebun Raya Cibodas melalui email jasinkrc@yahoo.com atau melalui formulir yang disediakan di website-nya UPT Balai Konservasi Kebun Raya Cibodas yaitu http://www.krcibodas.lipi.go.id/.
Semoga teman-teman memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Kebun Raya Cibodas yach... Amin...

21 Juli 2010
Riza Sativani Hayati
Sumber : Pengalaman Pribadi & beberapa informasi dari www.krcibodas.lipi.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar !!!