Jumat, 28 Januari 2011

TATA TUANG (LAYOUTING) LABORATORIUM BIOLOGI SEKOLAH


Guna mewujudkan suatu laboratorium yanhg baik diperlukan suatu perencanaan yang masak. Tata ruang hrus didesain sesuai dengan tujuan dan macam kebutuhannya. Siapa yang menggunakan laboratorium (subjek belajarnya) dan berapa besar daya tampungnya. Pada dasarnya laboratorium dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
1.      Laboratorium Dasar
2.      Laboratorium Pengembangan
3.      Laboratorium Penelitian
4.      Laboratorium Metodologi Pengajaran
Masing-masing jenis laboratorium memilki spesifikasi serta peranan yang berbeda satu sama lain. Untuk laboratorium SLTP dan SLTA, lebih banyak didirikan laboratorium dasar. Sebab program yang diberikan kepada siswa cenderunglebih ditujukan untuk memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengenal dan memahami konsep dan prinsip-prinsip sebagai dasar pengembangan pengetahuan lebih lanjut.
Atas dasar sifat dan fungsi yang diemban oleh laboratorium, perlu kiranya dipikirkan fasilitas yang mampu memberikan kenyamanan kerja, cukup tersedianya sarana dan jaminan keselamatan kerja. Dengan terciptanya kondisi yang demikian laboratorium akan mampu memberikan dan meningkatkan gairah belajar dan bekerja dalam laboratorium. Dengan berpijak pada landasan pemikiran yang demikian maka pengaturan tata ruang harus mendapatkan perhatian utama sebelum fasilitas lain terpikirkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut :
1.    Terpenuhinya aliran udara segar ke dalam setiap ruangan dengan cara penempatan lubang ventilasi udara secara tepat
2.    Terpenuhinya kebutuhan pencahayaan. Pencahayaan yang baik akan memberikan manfaat sebagai penunjang beberapa kegiatan laboratorium yang membutuhkan pencahayaan
3.    Terpenuhinya kebutuhan aliran air bersih dan dan aliran listrik. Kedua macam kebutuhan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari berbagai macam kegiatan laboratorium
4.    Tersedianya tempat pembuangan limbah kegiatan laboratorium yang aman dan cukup higienis terhadap lingkungan dan manusia   
5.    Penempatan barang secara sistematis. Penempatan memberi kemudahan akses penggunaan barang dan memberi peluang terjadinya pembagian kerja
6.    Ruang harus memberi kemudahan mobilitas bagi pengguna, sehingga perlu diperhitungkan jarak. Kemudahan mobilitas ini juga memberikan kenyamanan dan jaminan keamanan pengguna.
Penempatan fasilitas pencahayaan, ventilasi, kran air, bak cuci,  stop kontak aliran listrik pada tempat yang tepat sesuai kebutuhan untuk setiap jenis kegiatan laboratorium. Bila memungkinkan sangat baik bila dapat disediakan ruang/kamar gelap untuk keperluan khusus pada beberapa perlakuan biologi dan keperluan audio visual atau fotografi.
Untuk memperkirakan daya tampung suatu laboratorium, Sund (1983) dalam Surachman (2007) memberikan perkiraan antara 10-15 m2 luas lantai untuk setiap siswa. Perkiraan ini sudah diperhitungkan termasuk ruang alat, bahan dan ruang-ruang lain. Tinggi setiap ruang dari lantai sampai langit-langit tidak kurang dari 3 meter. Untuk menjaga segala kemungkinan yang tidak diinginkan, setiap ruang harus dilengkapi dengan pintu lebar yang dilengkapi dengan daun pintu yang dapat dibuka ke arah luar.
     

DAFTAR PUSTAKA

Surachman. 2007. Pengelolaan Laboratorium. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar !!!