Minggu, 16 Mei 2010

EKOSISTEM ESTUARI


Estuari berasal dari kata aetus yang artinya pasang-surut. Estuari didefinisikan sebagai badan air di wilayah pantai yang setengah tertutup, yang berhubungan dengan laut bebas. Oleh karena itu ekosistem ini sangat dipengaruhi oleh pasang surut dan air laut bercampur dengan air darat yang menyebabkan salinitasnya lebih rendah daripada air laut. Muara sungai, rawa pasang-surut, teluk di pantai dan badan air di belakang pantai pasir temasuk estuari. Estuaria adalah wilayah pesisir semi tertutup yang mempunyai hubungan bebas dengan laut terbuka dan menerima masukan air tawar dari daratan. Sebagian besar estuaria didominasi oleh substrat berlumpur yang merupakan endapan yang dibawa oleh air tawar dan air laut. Contoh dari estuaria adalah muara sungai, teluk dan rawa pasang-surut.
Kombinasi pengaruh air laut dan air tawar akan menghasilkan suatu komunitas yang khas, dengan lingkungan yang bervariasi, antara lain:
1.    Tempat bertemunya arus air tawar dengan arus pasang-surut, yang berlawanan menyebabkan suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi, pencampuran air, dan ciri-ciri fisika lainnya, serta membawa pengaruh besar pada biotanya;
2.    Pencampuran kedua macam air tersebut menghasilkan suatu sifat fisika lingkungan khusus yang tidak sama dengan sifat air sungai maupun sifat air laut;
3.    Perubahan yang terjadi akibat adanya pasang-surut mengharuskan komunitas mengadakan penyesuaian secara fisiologis dengan lingkungan sekelilingnya
4.    Tingkat kadar garam di daerah estuaria tergantung pada pasang-surut air laut, banyaknya aliran air tawar dan arus-arus lainnya, serta topografi daerah estuaria tersebut.
Berdasarkan pola sirkulasi dan stratifikasi air terdapat tiga tipe estuaria:
1.    Estuaria berstratifikasi sempurna/nyata atau estuaria baji garam, dicirikan oleh adanya batas yang jelas antara air tawar dan air asin. Estuaria tipe ini ditemukan di daerah-daerah dimana aliran air tawar dari sungai besar lebih dominan dari pada intrusi air asin dari laut yang dipengaruhi oleh pasang-surut.
2.    Estuaria berstratifikasi sebagian/parsial merupakan tipe yang paling umum dijumpai. Pada estuaria ini, aliran air tawar dari sungai seimbang dengan air laut yang masuk melalui arus pasang. Pencampuran air dapat terjadi karena adanya turbulensi yang berlangsung secara berkala oleh aksi pasang-surut.
3.    Estuaria campuran sempurna atau estuaria homogen vertikal. Estuaria tipe ini dijumpai di lokasi-lokasi dimana arus pasang-surut sangat dominan dan kuat, sehingga air estuaria tercampur sempurna dan tidak terdapat stratifikasi.
Perpaduan antara beberapa sifat fisik estuaria mempunyai peranan yang penting terhadap kehidupan biota estuaria. Beberapa sifat fisik yang penting adalah sebagai berikut:
1.    Salinitas
Estuaria memiliki gradien salinitas yang bervariasi, terutama bergantung pada masukan air tawar dari sungai dan air laut melalui pasang-surut. Variasi ini menciptakan kondisi yang menekan bagi organisme, tapi mendukung kehidupan biota yang padat dan juga menangkal predator dari laut yang pada umumnya tidak menyukai perairan dengan salinitas yang rendah.
2.    Substrat
Sebagian besar estuaria didominasi oleh substrat berlumpur yang berasal dari sedimen yang dibawa melalui air tawar (sungai) dan air laut. Sebagian besar partikel lumpur estuaria bersifat organik, sehingga substrat ini kaya akan bahan organik. Bahan organik ini menjadi cadangan makanan yang penting bagi organisme estuaria.
3.    Sirkulasi air
Selang waktu mengalirnya air dari sungai ke dalam estuaria dan masuknya air laut melalui arus pasang-surut menciptakan suatu gerakan dan transport air yang bermanfaat bagi biota estuaria, khususnya plankton yang hidup tersuspensi dalam air.
4.    Pasang-surut
Arus pasang-surut berperan penting sebagai pengangkut zat hara dan plankton. Di samping itu arus ini juga berperan untuk mengencerkan dan menggelontorkan limbah yang sampai di estuaria
5.    Penyimpanan zat hara
Peranan estuaria sebagai penyimpan zat hara sangat besar. Pohon mangrove dan lamun serta ganggang lainnya dapat mengkonversi zat hara dan menyimpannya sebagai bahan organik yang akan digunakan kemudian oleh organisme hewani
Berdasarkan adaptasinya organisme di lingkungan estuaria mempunyai 3 (tiga ) tipe adaptasi (Kennish, 1990). yaitu :
1.    Adaptasi morfologis
organisme yang hidup di Lumpur memiliki rambut-rambut halus (setae) untuk menghambat penyumbatan-penyumbatan permukaan ruang pernapasan oleh partikel Lumpur.
2.    Adaptasi fisiologis
berkaitan dengan mempertahankan keseimbangan ion cairan tubuh dalam menghadapi fluktuasi salinitas eksternal.
3.    Adaptasi tingkah laku
pembuatan lubang ke dalam Lumpur oleh rganisme, khususnya invertebrata
Ada tiga komponen fauna di estuaria: lautan, air tawar dan air payau atau estuaria. Komponen fauna lautan ini merupakan yang terbesar dalamjumlah spesies dan terdiri dari kelompok. Binatang laut Stenohalin merupakan tipe yang tidak mampu atau mempunyai kemampuan yang terbatas dalam mentelorir perubahan salinitas. Komponen ini biasanya terbatas pada mulut estuaria yang pada umumnya mempunyai salinitas 30 permil atau lebih. Binatang ini seringkalali sama dengan spesies yang dijumpai di laut terbuka. Binatang laut purihalin membentuk subkelompok yang kedua. Mereka adalah binatang laut kgas yang mempunyai kemampuan mentolerir berbagai penurunan salinitas di bawah 30 permil. Spesies semacam ini menembus hulu estuaria dengan kejauhan yang bervariasi.
Estuaria juga miskin akan flora. Hampir semua bagian estuaria yang terus menerus terendam terdiri dari substrat lumpur dan tidak cocok melekatnya makroalga. Tumbuhan air pula yang sangat keruh membatasi tembusnya cahaya hanya sanpai ke lapisan atas yang dangkal. Dengan demikian,lapisan bawah estuaria serig kali tanpa tumbuhan hidup. Lapisan air teratas dan zonz intertidal mempunyai jumlah tumbuhan yang terbatas. Di bawah hilir estuaria dan di bawah tingkat pasang turun rata-rata mungkin terdapat padang rumput-rumputan laut ( Zoestera, Thalassia, Cymodocia ).
Plankton estuaria miskin dalam jumlah spesies.dengan demikian, ia cenderung sejalan dengan hasil obserfasi makrifauna makrifegetasi. Di alam seringkali mendominasi fitoplankton, tetapi di hoflagelata dapat menjadi dominan selama bulan-bulan panas dan dapat tetap dominan sepanjang waktu dibeberapa estuaria. Genera diatom yang dominan termasuk Skeletonema, Asterionella, Nitzchia, Thalassionerta, dan Melosira. Coenera amoflagalata yang melimpah termasuk di estuaria merupakan gambaran fitop[ankton dalam keterbatasan komposisi spesies ( Nybakken, 1988 ).
Secara umum estuaria mempunyai peran ekologis penting sebagai berikut:
1.    Sebagai sumber zat hara dan bahan organik yang diangkut lewat sirkulasi pasang-surut (tidal circulation).
2.    Penyedia habitat bagi sejumlah spesies hewan (ikan, udang...) yang bergantung pada estuaria sebagai tempat berlindung dan tempat mencari makanan (feeding ground).
3.    Sebagai tempat untuk bereproduksi dan/atau tempat tumbuh besar (nursery ground) terutama bagi sejumlah spesies ikan dan udang.
Secara umum estuaria dimanfaatkan oleh manusia sebagai berikut :
1.    Sebagai tempat pemukiman.
2.    Sebagai tempat penangkapan dan budidaya sumberdaya ikan.
3.    Sebagai jalur transportasi.
4.    Sebagai pelabuhan dan kawasan industri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentar !!!