Tampilkan postingan dengan label Materi Mentoring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Mentoring. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Maret 2010

Rambu-rambu dalam pergaulan Islami pria dan wanita:


*      Menahan pandangan dari kedua belah pihak. Artinya, berdua harus mampu dalam keadaan  bagaimanapun dan dimanapun menahan pandangan untuk tidak saling melihat aurat, tidak boleh memandang dengan syahwat dan tidak boleh memandang berlama-lama tanpa ada keperluan.
Berdasarkan hadis Nabi, pandangan pertama itu keuntungan, nah pandangan yang kedua adalah dosa. Jadi, kalau ada cewek yang berpakaian seksi dan anda melihatnya, segeralah alihkan pandangan mata anda ke tempat yang lain dengan cara yang halus. Jadi, anda nggak perlu memejamkan mata kalau naik bus, namun janganlah pandangan pertama itu diikuti dengan pandangan kedua, ketiga lalu mengkhayal de es te...
*      Mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat agama Islam (menutupi aurat masing-masing).
*      Menjalankan adab-adab pergaulan sebagai seorang muslim dan muslimah yang bukan mahram. Seperti, dalam perkataannya, harus menghindari perkataan yang merayu dan membangkitkan rangsangan; Dalam berjalan, jangan memancing pandangan orang; Dalam gerak, jangan berjingkrak atau berlenggak-lenggok; menjauhkan diri bau-bauan atau warna-warna/corak pakaian/dandanan yang mengundang syahwat.
*      keempat, jangan terlalu sering berduaan (karena disamping mendatangkan fitnah dari orang lain untuk keduanya, juga bisa mendatangkan fitnah yang datang dari keduanya). Usahakan untuk menyertakan orang lain dalam kebersamaan kalian (jadi bertiga atau lebih).

Ini bisa dicoba dengan melakukannya secara perlahan-lahan. Dimulai dengan
mengikut-sertakan pihak ketiga dalam persahabatan kalian berdua. Coba ajak serta sahabatmu atau saudaramu yang perempuan jika kamu bepergian. Atau, bisa juga sahabat atau saudara dia. Asyik juga kok kalau pergi bertiga, paling tidak, kalau kalian mati kata ketika ngobrol, ada orang lain yang bisa memperpanjang obrolan kalian. Di samping itu, insya Allah cara ini bisa sedikit mengerem suara-suara sumbang yang ditujukan pada persahabatan kalian.

ZINA
v  zina' nya mata adalah memandang yang bukan mahrom.
v  zina' nya lidah adalah membicarakan hal yang mesum,
v  zina'nya tangan adalah meraba tubuh wanita yang bukan mahrom.
v  Dan ini yang lebih sulit, bahwa hati pun bisa ber'zina', dan 'zina' nya hati adalah membayangkan yang belum boleh dilakukan sebelum pernikahan. Baik ini dibuktikan dengan "x" atau tidak.

PACARAN
>bagaimana sebenarnya pacaran dalam islam?
>kalau bisa terangkan dalil-dalilnya
>terimakasih atas penjelasannya
Hingga saat ini, belum satupun yang bisa memberikan defenisi baku tentang pacaran. Jadi jawabannya akan kembali kepada pengertian anda, apakah yang anda maksud dengan pacaran. Jika pacaran yang dimaksud sekedar pada batas saling mengenal, yang tentunya semoga breujung dengan sebuah pernikahan, maka pacaran ini tidak apa-apa. Sudah tentu dengan catatan, ada limit-limit yang harus dijaga. Misalnya saja, dilarang berdua-duaan, apalagi yang lebih dari itu.Namun jika yang dimaksud as western people understand, ini jelas diharamkan dalam ajaran agama Islam. Sebab pacaran (dating) dalam pandangan American misalnya adalah boleh segala-galanya termasuk hubungan usami isteri. Bedanya, kalau suami isteri resmi, kalau pacaran belum suami isteri tapi boy-girl friends. Maka ada istilah single parent ,,,,
Ini bisa dicoba dengan melakukannya secara perlahan-lahan. Dimulai dengan
mengikut-sertakan pihak ketiga dalam persahabatan kalian berdua. Coba ajak serta sahabatmu atau saudaramu yang perempuan jika kamu bepergian. Atau, bisa juga sahabat atau saudara dia. Asyik juga kok kalau pergi bertiga, paling tidak, kalau kalian mati kata ketika ngobrol, ada orang lain yang bisa memperpanjang obrolan kalian. Di samping itu, insya Allah cara ini bisa sedikit mengerem suara-suara sumbang yang ditujukan pada persahabatan kalian.


Islam tidak metolerir pergaulan laki-laki perempuan seperti yang sekarang ini yang kita kenal sebagai pacaran. Selain itu tidak ada perintah dancontoh dalam Al-Quraan dan Al-Hadits, dlm Islam sudah diatur etika pergaulan laki-laki dan perempuan yang mana sudah sejak Nabi SAW  tdk ada perubahan sama sekali. Sedangkan etika pacaran, mulai dari
saya muda sampai sekarang ini terlihat sudah banyak perubahan. makin hari makin tidak islami.Kalau saja orang-orang beriman laki-laki dan perempuan menjalankan perintah Allah maka mereka akan sama-sama memejamkan mata, mereka akan sama-sama menjaga farji (lihat An-Nur 30-31). Kalau dalam sebuah Hadits yang dikenal dikalangan ulama, bahwa sesungguhnya pandangan (kpd laki-laki atau perempuan) itu adalah panah iblis yang beracun. Maka barang siapa meninggalkannya, Allah akan menggantikannya dng keimanan yang terasa manis dlm hatinya.Dlm Islam, memperlihatkan aurot, bagi perempuan yaitu seluruh tubuh perempuan kecuali wajah dan telapak tangan, itu dilarang
Apalagi seperti gaya pacaran masa kini yang bukan saja saling memperlihatkan aurot, tapi minimal sudah saling menyentuhkan aurot.Na'udzubillaahi mindzalik.

Permasalahan sering timbul ketika kedua oknum tidak dapat dapat membedakan antara MENCINTAI objek dan MENCINTAI DIRI SENDIRI.
Sering kali cinta yang tidak ikhlas memaksa objek untuk sesuatu yang disukainya sebagai syarat atau imbalan cinta yang dia berikan kepada objeknya
                           
Tidak ada  konsep pacaran dalam Islam, yang ada hanyalah seperangkat etika dalam hubungan antara lelaki dan perempuan. kalau anda mau berteman dengan lawan jenis, silahkan saja, namun usahakan selalu ada orang ketiga, usahakan juga jangan sengaja lewat tempat yang sepi, atau sengaja cari-cari alasan buat "mojok".
Hati-hati, setan berkeliaran disekeliling kita. Jangan coba-coba mau ikut-ikutan film Hollywood yang kalau kencan harus pakai ciuman segala. Sekali lagi, saya ingatkan al-Qur'an menyebut bahwa kita dilarang untuk mendekati zina.

Tahukah Kamu Akan 5 Hal yang Kita Lupakan??



, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :

1.                    Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2.                    Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3.                    Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4.                    Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5.                    Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia bertanya kepada mereka,

1. "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah "mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran ayat 185)
2. Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan harihari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
3. Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?" . Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu" (Al A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
4. Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab dengan jawaban, baja, besi, dan gajah. "Semua jawaban hampir benar," kata Imam Ghozali, "tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 72.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
5. Pertanyaan yang kelima adalah , "Apa yang paling ringan di dunia ini?". Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara -gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara -gara meeting kita tinggalkan sholat.
6. Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

BIRUL WALIDAIN


Begini, pada jaman dahulu kala, jaman Rasulullah saw, ada seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Salam. Kisah ini diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib ra. Waktu Rasulullah sedang duduk-duduk dengan beberapa sahabat termasuk Ali di dalamnya, ada yang datang….srek…srek….srek….Assalamu'alaikum…..trus dijawab oleh semua yang hadir…..wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu…..trus orang yang tadi bilang begini…..ya Rasulullah, saya diutus Abdullah bin Salam untuk meminta Rasul datang menjenguknya, ia sedang sakit keras dan hampir menemui ajalnya …. Dia ingin berpesan sesuatu pada Anda …. Setelah mendengar permintaan itu Rasulullah bangun dan mengajak para sahabat untuk nengok Abdullah bin Salam.  Begitu sampe di rumah Abdullah bin Salam, Rasulullah duduk di dekat kepalanya trus meminta Abdullah membaca dua kalimat syahadat. Sampe tiga kali Rasulullah saw mengucapkan kata-kata yang sama, Abdullah tetap tidak menirukan ucapan nabi tersebut, lalu beliau bersabda, "Tiada daya dan kekuatan selain daya dan kekuatan Allah yang Maha Luhur dan Agung". Abis gitu Rasul manggil Bilal ra. Dan meminta Bilal untuk menemui istri Abdullah bin Salam ini. Kata istrinya, Abdullah bin Salam ini sejak menikahi istrinya belum pernah meninggalkan shalat berjamaah bersama Rasulullah dan setiap hari selalu bersedekah tetapi ibunya tidak meridloi dia…. Setelah mendengar informasi dari istrinya, Rasulullah meminta Bilal untuk mendatangkan ibunya….eh ternyata udah susah-susah ke rumah ibunya, ibu Abdullah bin Salam ini tidak mau datang ke rumah anaknya denga alasan sakit hati…akhirnya Bilal gagal menjalankan misinya mendatangkan ibu Abdullah bin Salam. Akhirnya Rasulullah minta supaya Ali dan Umar yang memanggil ibu Abdullah bin Salam itu… setelah ditegaskan bahwa Rasulullah saw bener-bener meminta supaya ibu itu datang ke rumah anaknya, akhirnya ibu itu terpaksa juga datang ke rumah anaknya itu untuk memenuhi panggilan Rasulullah.  Terus setelah mengahadap Rasulullah saw, ibu Abdullah bin Salam bilang "Anakku, demi Allah, dunia dan akhirat tidak akan memaafkan kesalahanmu yang begitu menyakiti hati" Trus Rasulullah saw bilang… "wahai ibu, takutlah kepada Allah 'Azza wa Jalla dan kasihanilah anakmu ini"…trus akhirnya ibunya ini cerita kalo ternyata anaknya itu telah memukul dan mengusir ibunya dari rumahnya hanya lantaran begitu cintanya pada istrinya, dia mencampakkan dan mendurhakai ibunya …..trus akhirnya Rasulullah saw berkata kalo ibu itu bersedia memaafkan kesalahan anaknya, hak-hak ibu itu ditanggung oleh Rasulullah saw. Akhirnya ibu itu memaafkan kesalahan anaknya.  Setelah itu, Rasulullah minta Abdullah bin Salam mengucapkan dua kalimat syahadat, dan akhirnya ia mampu menirukannya dan menghembuskan nafasnya yang terakhir Setelah mensholatinya dan mengebumikan Abdullah bin Salam, Rasulullah bersabda "Wahai kaum muslimin, perhatikanlah bahwa barangsiapa tidak berbakti kepada ibunya, niscaya ia mati tanpa berbekal syahadat (iman)."  Wah, sebegitunya ya peran orang tua terutama ibu…..makanya kita tidak boleh ya menyakiti hati ibu kita sedikit aja. Kalo dulu sih enak, ada Rasulullah, kalo ada masalah gampang diberesinnya…, kalo sekarang ?…makanya jangan bikin masalah…  Saya jadi inget cerita salah satu teman saya…Gini ceritanya, teman saya itu pinter dan rajin masuk sekolah…suatu hari dia mau ulangan fisika ….wah dari malem dia udah belajar dengan semangat '45 deh. Eh engga tau kenapa, ternyata besok paginya sebelum berangkat dia berantem sama ibunya, akhirnya dia berangkat sekolah denga keadaan berantem dengan ibunya….ternyata pas ulangan, dia lupa apa yang dia udah apalin semaleman. Dan hasilnya pun dia dapet nilai 3 atau 4 (kalo nggak salah) padahal ulangan yang pertama dapat nilai 9…..turun drastis kan ?!.. trus dia nyesel deh udah berantem sama ibunya dan sampe sekarang dia baik banget sama ibunya. Itulah satu bukti lagi yang bisa kita ambil hikmahnya tentang berbakti kepada orang tua.  

Kedudukan Birrul Walidain.
Dalam Islam, birrul walidain menempati kedudukan yang istimewa….mau tau alasannya? Jangan tanya Galileo, soalnya dia ngga ada…, sekarang ayo kita buka Al Qur'an dan kita cari jawabannya….  1. Perintah ihsan (baik) pada orang tua dalam Al Qur'an langsung sesudah perintah hanya beribadah kepada Allah atau larangan mempersekutukan Allah….ayo coba kita lihat surat 2 ayat 83 dengan surat 6 ayat 151…. Siapa yang mau baca ayatnya?…baca yang keras ya supaya semuanya bias ngedenger…. Udah jelas ya ayatnya, jadi ngga usah diterangin lagi, trus…  2. Allah mewasiatkan, mewajibkan maksudnya kepada orang tua untuk ihsan kepada orang tua, ayatnya ada di surat Al Ankabut, surat 29 ayat 8 dan Surat Al Ahqaf, surat 46 ayat 15, nah sekarang yang bacanya gantian dong…. Dalam ayat ini juga udah jelas ya perintah Allah.  3. Allah meletakkan perintah terima kasih kepada orang tua setelah terima kasih kepada Allah (QS. Luqman (31) : 14)  4. Dalam hadits Muttafaqun 'alaih, Rasul saw, meletakkan birrul walidain sebagai amalan kedua terbaik setelah shalat tepat waktu.  5. Dalam hadits Mutafaqun'alaih juga, Rasul saw meletakkan durhaka kepada orang tua atau 'uququl walidain sebagai dosa terbesar kedua setelah syirik kepada Allah6. Rasulullah mengkaitkan keridlaan dan kemarahan Allah swt dengan keridlaan dan kemarahan orang tua Ridlallah fi ridla walidain…(HR. Tirmidzi).  Gimana? ternyata istimewa ya kedudukan ibu dan bapak kita …… sebenarnya apa sih penyebab keistimewaan orang tua kita?… nah untuk yang satu ini saya punya ceritanya nih….  Jadi begini ….. adik-adik inget khan bahwa Allah menciptakan manusia di bumi ini untuk dijadikan sebagai khalifah ? Ya tentu aja dong sesuai dengan fitrah makhluk, makhluk itu artinya yang diciptakan, makhluk itu pasti mati atau tidak kekal. Jadi supaya khalifah di bumi ini enggak habis karena mati maka Allah selalu membuat "manusia-manusia baru" untuk meneruskan tugas sebagai khalifah ini. Adik-adik bisa ngebayangin nggak seandainya tiba-tiba di bumi ini pertambahan manusianya langsung dalam bentuk orang dewasa? Gak mungkin ya? Lagian kalo langsung dewasa gimana mereka belajar dan tiba-tiba harus jadi khalifah? Nah oleh sebab itu, Allah membuat khalifah itu dengan pertama-tama membuat mereka dalam bentuk anak atau bayi ya…..  Nah terus kalo kita pikir lagi gimana caranya nih supaya anak kecil atau bayi tadi yang gak bisa apa-apa, yang lahir dalam keadaan tidak berdaya itu bisa hidup di dunia ini sendiri dan belajar segala halnya sendiri, nggak mungkin kan ?… oleh karena itu akhirnya Allah "nitipin" bayi tadi kepada sepasang manusia yang udah menikah untuk mengurus bayi tadi. Nah sebenernya nih, antara bayi atau calon manusia dengan sepasang manusia yang udah menikah ini nggak ada hubungannya apa-apa. Sepasang manusia ini hanya Allah kasih rahmat berupa kasih sayang sehingga mereka jatuh sayang dan sangat menyayangi calon manusia yang sebenarnya nggak mereka kenal tadi… dari rahmat kasih sayang tadi akhirnya muncul sebutan ayah, ibu, dan anak dan hubungan mereka menjadi sangat kuat. Tanpa kasih sayang dari Allah ini, nggak mungkin deh sepasang manusia tadi rela memelihara dan "menyerahkan seluruh hidupnya" untuk calon manusia yang nggak mereka kenal ini. Wah Maha Besar Allah ya yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Dengan rahmat ini akhirnya calon manusia tadi bisa hidup dan tumbuh layak seperti kita ini.  Terus, ternyata, kasarnya tuh Allah suka-suka aja nitipin anak ke setiap pasangan. Jadi bisa dibilang, tiap anak itu untung-untungan deh dalam mendapatkan orang tua. Ada yang Allah kasih jadi anak presiden, anaknya menteri, bahkan ada yang Allah titipin jadi anaknya tukang becak atau pembantu rumah tangga. Ada juga lo yang dititipin sama orang yang nggak bertanggung jawab…. Tapi bukan berarti Allah tidak adil lho…karena Allah Maha Tahu yang paling baik buat kita.  Saya pernah dapat cerita dari seorang temen tentang anak jalanan…..ternyata ada di antara mereka yang jadi anak jalanan gara-gara bapaknya nyeleweng dan ibunya udh nggak peduli lagi sama dia sampe akhirnya dia harus ngidupin dirinya sendiri, padahal umurnya masih seanak SD-an gitu…. Terus ada juga yang bahkan disuruh sama ibunya ngegembel gitu…kasian ya…. Kalo kita tau hal itu berarti kita harus banyak bersyukur ya karena ternyata Allah menitipkan kita pada orang yang begitu bertanggung jawab dan begitu menyayangi kita…. Alhamdulillah…berarti kita harus sangat menghargai pengorbanan orang tua kita itu ya….ngga tau deh apa jadinya kalo ternyata orang tua kita nggak pedulian sama kita, wah sedih banget pasti ya….padahal secara nggak langsung kita menyakiti dan merendahkan orang tua kita….."Bu! sini dong Bu…" atau "Ibu nih gimana sih kalo nyuruh yang bener dong biar kita nggak bingung" atau ….ya kita sendiri pasti tau dan bisa menilai ya….bagaimana perlakuan kita pada orang tua kita…sudah baik, cukup baik, biasa aja, kurang, atau bahkan buruk?! ..Na'udzubillah jangan sampai kita memperlakukan orang tua kita dengan cara yang buruk, Insya Allah, saya yakin kalo adik-adik saya ini sih pada hormat ya pada orang tuanya….kan udah diajarin sama kakak-kakaknya…he…he…he…  
Bentuk Birrul Walidain
Nah..setelah kita tau begitu besarnya pengorbanan dan kebaikan orang tu kita pada kita, jadi kira-kira gimana ya cara lkita mencintai dan menunjukkan rasa terima kasih dan hormat kita pada orang tua kita?…..  Siapa yang mau jawab? Kalo untuk pertanyaan yang satu ini jawabannya banyak banget, jadi satu orang harus punya jawaban dan nggak boleh sama, ya saya mulai dari sebelah kanan saya, gimana sih cara kita berbakti pada orang tua kita?….  Benerkan banyak banget, dan semua jawaban bener ya….! Oke deh kita ulang ya….. Jadi berbakti pada orang tua itu bisa dengan cara mengikuti keinginan orang tua selama keinginannya itu nggak menyimpang dari perintah Allah, saya yakin Insya Allah orang tua kita di sini keinginannya nggak ada yang menyimpang dari perintah Allah ya…..keinginan orang tua kita ini banyak, bisa keinginan dalam hal sekolah, pendidikan seperti les dan ngaji dan sebagainya.  Trus bisa juga dengan membantu orang tua kita dalam berbagai bentuk seperti membantu pekerjaan rumah, terus mendoakan orang tua, hormat dalam ucapan dan perbuatan, tidak berkata keras di depan orang tua apalagi mengeluarkan kata-kata kasar, tidak melakukan perbuatan yang menyusahkan hati orang tua, trus misalnya kalo orang tua kita udah meninggal, kita tetap menjaga silaturahim teman-teman dan saudara orang tua kita. Kalo kita udah kerja, ya kita juga bisa menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk orang tua kita ya…….  Wah ternyata dalam ya bahasan tentang orang tua ini…. Untuk yang terakhir, coba adik-adik buka surat Luqman ayat 14….coba bacakan keras-keras…iya, yang lain bisa denger semua nggak?… Saya ulangi ya…..  "Dan Kami perintahkan kepada manusia (supaya berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang semakin lemah, dan menyusukannya dalam dua tahun (selambat-lambat waktu menyapih adalah setelah anak berumur dua tahun). Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu".  Hanya satu ayat tapi syarat makna. Begitulah dalamnya pengorbanan orang tua kita pada kita sampai tidak mungkin kita dapat membalasnya, kecuali dengan memerdekakan orang tua kita seandainya beliau adalah seorang budak, begitu disebutkan dalam hadist riwayat Muslim.  Sekarang setelah kita bahas tentang orang tua, mari kita sama-sama mencoba untuk bersikap lebih sopan dan lebih menyayangi lagi orang tua kita…semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan ilmu yang Allah berikan pada kita. Amin ya Rabbal'alamin.

ALL ABOUT GHIBAH


Sesuai apa yang diterangkan Nabi SAW: pada Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud : Nabi SAW bersabda : "Tahukah kamu apa ghibah itu ?
Jawab sahabat : Allahu warasuluhu a'lam (Allah dan Rasulullah yang lebih tahu). Kemudian Nabi SAW bersabda: Menceritakan hal saudaramu yang ia tidak suka diceritakan pada orang lain. Lalu Sahabat bertanya: Bagaimana jika memang benar sedemikian keadaan saudaraku itu ?
Jawab Nabi SAW : "Jika benar yang kau ceritakan itu, maka itulah ghibah, tetapi jika tidak benar ceritamu itu, maka itu disebut buhtan (tuduhan palsu, fitnah) dan itu lebih besar dosanya".
Dalam kitab al adzkar , Imam AnNawawy memberikan definisi : 'Ghibah, adalah menyebutkan hal-hal yang tidak disukai orang lain, baik berkaitan kondisi badan, agama, dunia, jiwa, perawakan, akhlak, harta, istri, pembantu, gaya ekspresi rasa senang, rasa duka dan sebainya, baik dengan kata-kata yang gamblang, isyarat maupun kode. Di era sekarang ini, meng-ghibah (bukan hibah loh…) dapat dilakukan dengan tulisan, sms, email, bahkan lewat bahasa tubuh-pun bisa.
Adapun kalau sekedar membathin, belum bisa disebut ghibah, meskipun hal ini juga termasuk prasangka. Dalam QS Al Hujurat ayat 12 tadi disebutkan bahwa ber-prasangka pun kita sebaiknya berhati-hati, karena sebagian dari prasangka adalah dosa. Dalam hal ini adalah prasangka yang buruk (su’u dzon). Sebaliknya kita dianjurkan untuk selalu berkhusnudzon atau prasangka yang baik.
Ghibah dikatakan mempunyai dosa ganda. Karena selain kita harus memohon ampun kepada Alloh, dan alloh maha pengampun atas dosa-dosa kita. Namun, kita juga harus meminta maaf kepada orang kita gunjing tersebut, ini yang terkadang menjadi sulit bagi diri kita. Apalagi jika yang kita gunjing jumlahnya banyak sekali, naudzubillahi min dzaalik.
Berikut kita akan membicarakan tentang dampak-dampak ghibah :
  1. Kerasnya Hati,
kaum beriman adalah orang-orang yang senantiasa lembut hatinya baik terhadap RABB-nya maupun terhadap sesama saudaranya, alangkah bahagianya kelompok dakwah yang para aktifisnya memiliki hati-hati yang bening bagai kaca, mereka tidak pernah mencari-cari kesalahan orang lain, bahkan lisan-lisan mereka senantiasa dipenuhi zikir dan doa bagi saudaranya sesama muslim, firman ALLAH:
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdoa : Wahai RABB kami, beri ampunlah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah ENGKAU membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai RABB kami sesungguhnya ENGKAU adalah Maha Penyantun lagi Maha Penyayag.” (QS 59/10
  1. Mendapat azab, berupa perpecahan dan silang sengketa yang tidak putus-putusnya dikalangan para aktifisnya dan timbulnya kedengkian dan permusuhan, kata-kata yang kasar dan caci-maki, yang kesemuanya bukan akhlaq yang Islami.
ALLAH SWT memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar memperkuat persaudaraan diantara mereka dan menyatakan bahwa persaudaraan itu sebagai salah satu tanda keimanan dalam firman-NYA: “Hanyalah yang disebut orang-orang beriman itu bersaudara, maka perbaikilah hubungan diantara saudaramu, dan bertaqwalah kepada ALLAH semoga kalian mendapat rahmat.” (QS 49/10)
  1. Diazab masing-masing, dan azab tersebut disegerakan ketika ia baru masuk ke dalam kubur, kata Ibnu Abbas ra: Nabi SAW pernah melewati 2 kuburan lalu beliau SAW bersabda : “Kedua orang ini diazab, dan tidaklah mereka diazab karena sesuatu yang besar menurut mereka, padahal ia adalah dosa besar, adapun yang seorang ia sering mengadu domba diantara manusia, adapun yang satunya tidak bersih bersuci setelah buang air kecil.” (HR Bukhari 1/273 dan 276, Muslim 292, abu Daud 20, Tirmidzi 70, Nasai 1/28 dan 30)
  2. Malas Melakukan Kewajiban, orang-orang yang berhati busuk maka ia akan kehilangan sifat khusyu’ dalam hatinya dan tidak bisa merasakan kelezatan ibadah dan munajat dalam dirinya, sehingga ibadahnya menjadi kering dari manisnya iman, firman ALLAH SWT: “Minta tolonglah kalian semua melalui sabar dan shalat, dan sungguh hal itu teramat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang menduga bahwa mereka akan menemui RABB-nya dan mereka akan dikembalikan kepada-NYA.” (QS 2/45-46)
  3. Munafik, orang-orang yang berhati busuk pada orang lain maka oleh ALLAH SWT akan dihilangkan sifat kejujuran dalam dirinya dan ditumbuhkan sifat kemunafikan, karena kebiasaannya merusak kehormatan orang mu’min, sabda nabi SAW: “Ada 4 sifat yang jika lengkap ada pada diri seseorang maka ia akan menjadi munafik sejati, dan jika ada salah satunya maka ia memiliki sifat kemunafikan sampai ditinggalkannya : Jika dipercaya ia khianat, jika bicara ia dusta, jika janji ia ingkar dan jika berdebat maka ia melampaui batas.” (HR Muttafaq ‘alaih)
Untuk beberapa kondisi, kita diperbolehkan untuk ber-ghibah, yaitu:
  1. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya.
  2. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar. Pembolehan ini dalam rangka isti'anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak. Selain itu ini juga merupakan kewajiban manusia untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar. Setiap muslim harus saling bantu membantu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang-orang yang menyimpang dari hukum-hukum Allah, hingga nyata garis perbedaan antara yang haq dan yang bathil.
  3. Istifta' (meminta fatwa) akan sesuatu hal. Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa, untuk lebih berhati-hati, ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain sesuai yang ingin kita adukan, tidak lebih.
  4. Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan contohnya: Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid'ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata.
  5. Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid'ah seperti, minum-minuman keras, menyita harta orang secara paksa, memungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya. Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan
  6. Bila seseorang telah dikenal dengan julukan si pincang, si pendek, si bisu, si buta, atau sebagainya, maka kita boleh memanggilnya dengan julukan di atas agar orang lain langsung mengerti. Tetapi jika tujuannya untuk menghina, maka haram hukumnya. Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik, maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain tersebut.

Lalu bagaimana caranya biar kita lebih meminimalisir ghibah?? Berikut tips n triknya...
a.       Senantiasa mengikhlaskan niat kepada ALLAH dalam semua aspek kehidupan dan memperkuat ketaqwaan kepada-NYA, firman-NYA:“Wahai sekalian manusia sungguh KAMI menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, lalu KAMI menjadikanmu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal, sesungguhnya yang paling taqwa diantara kalian adalah yang paling taqwa diantara kalian, sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.” (QS 49/13)
b.      Merasakan bahwa setiap kata yang keluar dari mulut kita dicatat dan akan dipertanggung-jawabkan di hadapan ALLAH SWT, firman-NYA: “Dan tidaklah satu katapun yang mereka ucapkan kecuali ada malaikat yang senantiasa dekat lagi mencatat.” (QS 50/18)
c.       Senantiasa melakukan pengecekan secara teliti terhadap kebenaran berita yang berkenaan dengan diri seseorang atau kelompok, firman-NYA: “Hai orang-orang yang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa berita maka ceklah kebenaran berita itu dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa tahu persis keadaan sebenarnya yang menyebabkan kamu akan menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS 49/6)
d.      Menahan marah dan mengendalikan hawa-nafsu: “Dan orang-orang yang menahan marahnya dan memaafkan manusia, maka sesungguhnya ALLAH mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS 3/134)
e.       Mencari lingkungan yang bersih dan jauh dari mencaci dan meng-ghibbah orang lain dan menyibukkan diri untuk melihat dan memperbaiki kekurangan diri: “Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengejek kaum yang lain, karena boleh jadi yang diejek itu lebih baik dari kamu (disisi ALLAH)… Dan janganlah kalian mencela diri kalian sendiri (saudara sesama muslim), dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk setelah kalian beriman, dan barangsiapa yang tidak segera bertaubat maka itulah orang-orang yang zalim.” (QS 49/11)
f.        Selalu berprasangka baik kepada sesama muslim dan mencarikan alasan baik jika melihat kekurangannya serta menasihatinya secara sembunyi: “Mengapakah di waktu kalian mendengar berita itu orang-orang mu’min tidak bersangka baik kepada diri mereka sendiri (saudara sesama muslim) dan (lalu) berkata : Ini adalah suatu kedustaan yang nyata.” (QS 24/12)
g.       Menutupi aib sesama muslim dan tidak berusaha menyebar-nyebarkan keburukan orang lain: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar berita tentang perbuatan yang amat keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan ALLAH lebih Mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.” (QS 24/19)
h.       Mendakwahi para ulama dan panutan masyarakat yang memiliki sifat senang mencari-cari kesalahan orang lain dan meng-ghibbah.
i.         Mencari kejelasan dari kata-kata dan pembicaraan sehingga tidak menduga-duga maksudnya.
j.        Mendakwahi ummat agar sensitif dan mencegah terhadap para pelaku ghibbah.
k.      Senantiasa mengingat balasan ALLAH SWT bagi para pelaku ghibbah dan bahayanya bagi ummat.

KIAT BELAJAR EFEKTIF


KIAT BELAJAR EFETIF
1.      Motivasi
Hendaknya seorang pelajar muslim mempunyai motivasi belajar yang kuat. Ingatlah janji-janji Allah kepada orang-orang yang berilmu yang salah satunya tertuang dalam QS 58 :11 “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu : “ Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan : “Berdirilah kamu, maka berdirilah niscaya niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan arang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
2.      Beri arti kehadiran kita di kelas
Saat di kelasa. Datang, duduk manis, konsentrasi dan dengar baik-baik pelajaran yang dibahas. Artinya minimal 30% bahan pelajaran sudah kita serap. Ini adalah modal penting untuk pemahaman selanjutnya.b. Arahkan pandangan ke papan tulis dan atau guru pengajar.c. Segera bertanya bila ada yang kurang jelas. Ingat bertanya adalah ciri orang yang cerdas
3.      Menyusun Program Belajar
Program ini mencakup membaca buku, membuat ringkasan, mengerjakan PR, diskusi kelompok, membuat laporan, mempersiapkan diri menghadapi ujian, de el el. Program ini harus sesuai dengan kemampuan dan keadaan diri kita.Selanjutnya, tentukan prioritas pelajaran yang akan dipelajari. Hindar-kan sikap menganaktirikan pelajaran tertentu karena sulit, tidak suka, kurang menarik de el el. Berikan porsi waktu yang lebih pada pelajaran yang sukar. Ciptakan Minat pada hal yang tak disukai, Karena kita akan kerap mendapati bahwa hal itu membawa kita kepada minat baru di bidang lainnya. Contohnya, Survei membuktikan banyak yang nggak ngefans sama pelajaran fisika, padahal fisika itu erat lho sama kehidupan kita sehari-hari. Sewaktu kita naik motor or ngontel ke sekolah, kita bisa memperhitungkan antara jarak, waktu, dan kecepatan, sehingga kita tidak akan terlambat.
4.      Teknik Membaca
Salah satu metode membaca adalah SQ3R, yaitu :a. Survey (menyelidiki)Sebelum membaca secara keselu-ruhan, selidikilah terlebih dahulu agar dapat gambaran tentang apa yang akan diuraikan dalam buku itu. Caranya dapat dilakukan dengan melihat sepintas lalu pada kalimat-kalimat dipermukaan bab. Dalam melakukan ini, jangan lebih dari 1 menit untuk masing-masing bab.b. Question (bertanya)Setelah melakukan survey, ajukan pertanyaan-pertanyaan. Misalnya, dengan mengubah sub-sub judul/ kalimat-kalimat permulaan menjadi pertanyaan, dengan rumus 4W (what, who, when, where), dan 1H (how). Jika dalam bacaan tersebut sudah ada daftar pertanyaannya, hendaklah diperhatikan lebih dulu.c. Read (membaca)
Dalam membaca sebaiknya kita aktif. Maksudnya aktif mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. Lakukan coretan-coretan pada hal-hal yang dianggap penting. Bila perlu buatlah ringkasan kecil.
d. Recite (mengucap kembali)Setelah membaca suatu bagian yang membuat jawaban atas suatu pertanyaan tadi, segeralah mengucapkan kembali dengan bahasa sendiri tanpa melihat buku. Hal ini juga bisa dilakukan dengan menuliskannya pada kertas.e. Review (mengulang)Setelah selesai membaca, segeralah diulang tentang apa yang baru saja kita baca dengan memeriksa kembali kertas catatan. Jawaban garis besar tersebut dibaca secara sepintas lalu, sehingga mendapat gambaran yang lebih baik dan jelas mengenai pokok-pokok yang diuraikan, serta hubungan antar bagian. Kesempatan ini hendaknya digunakan pula untuk memeriksa apakah hal-hal yang tadi dibaca masih teringat.
5.      Seni Mencatat
Buat catatan atawa ringkasan yang rapih, teratur dan menarik. Ini akan memudahkan kita untuk menjaga motivasi belajar, memahami dan mengingat bahasan. Berilah garis bawah/warna/huruh kapital pada bagian yang dianggap penting. Kita juga dapat membuat tempelan rumus-rumus (hal yang mau dihafal) di kamar atau di tempat belajar., de el el (sesuai kondisi)
6.      Mendengar
Dalam mendengar a. Jangan malas mendengar gara-gara kita “tidak suka” sama guru atau mata pelajaran tertentu.b. Catat hal-hal penting dengan jelas.c. Ajukan pertanyaan-pertanyaan (misal kok begitu… kenapa demikian… jadi… de el el).
7.      Menjaga konsentrasi belajar
Ada 4 faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar, yaitu :a. Keadaan jiwaJiwa yang gelisah karena berbagai persoalan akan memecahkan konsentrasi. Oleh sebab itu, berdoalah dan mohon pertolongan kepada Allah agar dikaruniai ilmu, serta dimudahkan dalam memahami ilmu tersebut.b. Kondisi fisikKondisi fisik tiap orang berbeda. Orang yang kuat secara fisik (sehat) tentu beda dengan orang yang sakit-sakitan. Kondisi ini sangat mempengaruhi teknis belajar masing-masing. Misal dalam memilih waktu, posisi duduk… de el el.c. MoodMood ini tiap-tiap orang berbeda. Ada yang mood belajar kala habis mandi, dll. So, kita musti mengenali diri kita dan ketika keinginan belajar ini muncul jangan ditunda-tunda, karena kalo ditunda akan numpuk deh tugas kita dan melihat itu kadang malesnya nongol lagi.d. Keadaan lingkungan belajarJangan mudah terpengaruh lingkungan yang kurang mendukung belajar. Tetaplah konsen belajar, yakinlah bahwa belajar itu kebutuhan kita. Ciptakan suasana yang menimbulkan rasa aman dan rasa santai karena dalam keadaan santai inilah kita dapat berkonsentrasi dengan sangat baik.
8.      Disiplin
Sifat bermalas-malasan, enggan bersusah payah musti kita hindari. Usahakan belajar rutin tiap hari. Belajar 1 jam yang dilakukan 10 x akan lebih baik ketimbang belajar 10 jam tapi cuma sekali. Hindari sistim SKS (Sistem Kebut Semalam) dan belajar hanya kalau mau ulangan
9.      Target
Target yang diartikan sebagai satu kondisi yang pengen banget kita capai. Target ini perlu disusun idealis dan realistis. Maksudnya harus sesuai kemampuan tapi bisa memacu semangat belajar. Dan kalau kita merasa jenuh, carilah selingan yang kamu sukai (hobbimu). Dan yang pasti jenuh bukan alasan untuk tidak memulai belajar kembali. Perlu keberanian untuk melawan rasa jenuh itu. Sebab, keberanian memiliki kecerdasan, kekuatan, dan keajaiban di dalamnya (Goethe)
10.  Evaluasi
Evaluasi dapat dilakukan sehabis ulangan / selesai satu bahasan (bab) / sehabis menerima raport. Agar kesalahan-kesalahan yang telah lalu tidak diulangi dan hasilnya lebih baik.
11.  Jadilah Pelajar Aktif bukan Pasif
Jadilah pelajar aktif, yakni pelajar yang belajar apa saja dari setiap situasi/pengalaman/kejadian. Kita tengok lagi nih si Einstein, hanya gara-gara kejatuhan barang ia bisa memunculkan teori grafitasi.Bacalah bukan hanya buku pelajaran tapi juga buku-buku umum lainnya untuk menambah pengetahuan.Jangan jadi pelajar Pasif, yakni pelajar yang tidak dapat melihat adanya potensi belajar, yang mengabaikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar dan membiarkan segalanya terjadi serta menarik diri dari kehidupan/masyarakat. Aduh sedih ya, untuk kamu-kamu yang ngerasa masuk kelompok ini, jangan putus asa dulu. Asal ada niat, tekad kuat, usaha giat, tawakal,dan doa. Insya Allah, kamu bisa menjadi pelajar aktif.
12.  Tawakal
Serahkan sepenuhnya kepada Allah, mohonlah agar ilmu yang telah kita pelajari dijaga dan lebih mendekatkan kita kepada Allah. Bagaimanapun manusia hanyalah berusaha, Allah –lah yang menentukan hasilnya
13.  Berdoa
Berdoa tanpa belajar = bohong, belajar tanpa berdoa = sombong.Doa Belajar“Rodhiitu billaahi robba wa bil islaa-midiina wa bi Muhammadin nabiyau wa Rosula Robbi dzidni ‘ilma warzuqni fahma”.Terus gimana kiat belajar kita-kita yang aktif di sekolah, di rumah (aktivis) ?Kalo bisa aktivis juga menerapkan kiat-kiat belajar di atas, tetapi karena waktu yang tersedia terbatas, maka ada beberapa kiat yang bisa dicoba, yaitu :a. Dalam menyusun program, berilah jatah waktu tertentu bagi setiap mata pelajaran. Kemudian belajarlah dengan penuh konsentrasi dalam batas waktu yang telah ditentukan.b. Isi waktu luang yang ada dengan belajar. Jangan biarkan waktu terbuang percuma. Tapi jangan lupakan fisik kita.kita juga harus memperhatikan waktu makan, istirahat, dll.c. Belajarlah pada dua pertiga malam terakhir karena pada waktu itu kita lebih mudah berkonsentrasi.d. Pada waktu di kelas perhatikan dan dengarkan baik-baik pelajaran yang sedang disampaikan. Jika ada yang kurang jelas segera tanyakan, jangan beralasan, …. toh nanti bisa membuka buku di rumah.e. Ketika kita di kelas/sedang belajar, kita serius belajar dan ketika kita sedang di organisasi, kita serius berorganisasi

Tips 'n Trik Manajemen Waktu


Tips n Trik Manjemen Waktu
Ada yang bilang waktu adalah emas, waktu adalah uang, namun yang pasti waktu adalah waktu, yang tak bisa kita kembalikan lagi. Ketika kita membuang waktu maka kita membuang seperberapa persen dari umur kita. Terkadang tanpa sadar kita telah membuang waktu kita dengan sia-sia, padahal dalam hidup ini kita hanya mempunyai sedkit waktu saja, mungkin 0,0000... dari waktu kita di akhirat nanti, lumayan sih kalau di akhirat nanti kita diberikan kesempatan lebih di surga, kalau di neraka?? Mau??? Yupz... itulah waktu, walupun badan terasa lemas dan fikiran terasa malas, tapi kita harus dituntut menggunakan waktu dengan baik. Ada beberapa cerita menarik tentang waktu, salah satunya cerita dari Steve Pavlina, ia menulis sebuah artikel tentang manajemen waktu yang sangat menarik berjudul Do It Now. Di situ Steve menceritakan teknik manajemen waktu yang ia gunakan untuk lulus kuliah S1 dalam tiga semester.  Ehmm.. Tiga semester itu tidak main-main karena biasanya orang lulus S1 dalam delapan semester ... Dan memang ia menceritakan bahwa ia bisa mengambil 35-40 SKS dalam satu semester.  Berikut ada beberapa tips n trik manajemen waktu, dari yang sederhana sampai manajemen waktu yang digunakan Steve Pavlina....
1.        Tetapkan Tujuan dan Cita-Cita Hidup
Langkah pertama yang penting adalah kita harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan yang hendak kita capai harus ditulis secara spesifik sehingga kita bisa mengetahui apakah kita sudah mencapainya atau belum. Langkah ini harus dilakukan lebih dulu sebelum langkah-langkah lainnya.
2.        Jadikan Waktu  lebih Flexible dengan Hal-Hal yang Baru
Dalam perjalanan hidup kita, pasti akan ada hal baru yang dapat kita jadikan teladan dan pedoman dalam tujuan dan cita-cita kita, jadi tak akan ada masalah jika kita mengubah rencana awal kita untuk hal baru yang lebih baik
3.        Tuntaskan Setiap Aktivitas Kita
Jangan mengerjakan sesuatu secaraterputus-putus, lakukan hingga selesai 100%, sehingga nantinya tidak akan mengganggu waktu kita mengerjakan hal lain
4.        Kegagalan adalah Hal yang Biasa bagi Orang Sukses
Jangan takut akan kegagalan. Orang yang banyak mengalami keberhasilan sebenarnya adalah juga orang yang banyak mengalami kegagalan. Mengapa ? Sebab mereka selalu mencoba dan mencoba. Penyesalan yang sesungguhnya adalah kalau kita tidak berani mencoba. Kita akan jauh lebih banyak belajar melalui berbuat daripada melalui berpikir.
5.        Lakukan Sekarang Juga
Jangan terpaku dan diperbudak oleh kemalasan kita, lakukan sekarang akan lebih baik daripada melakukan besok-besok. Waktu yang sekarang tidak akan kembali untuk hari esok. Segera bertindak jauh lebih penting daripada terlalu lama berpikir. Lakukan saja seolah-olah kita tidak mungkin gagal.
6.         Hindari Hal yang Sia-Sia
Singkirkan dengan tegas segala sesuatu yang menyita waktu kita. Misalnya saja, batalkan langganan majalah yang tidak berguna. Bahkan meskipun majalah itu gratis, namun kalau menyita waktu kita sebenarnya majalah itu mahal harganya. Begitu pula halnya dengan berbagai aktivitas yang tidak berguna.
7.        Menghindari Membuang-Buang Waktu
Cari kebiasaan-kebiasaan yang membuang waktu kita dan singkirkan. Misalnya, jangan menulis email selama 30 menit kalau kita bisa menyelesaikan urusan itu dengan telepon 10 menit .
8.        Gunakan Aturan 80%-20%
Aturan 80-20 (dikenal juga sebagai aturan Pareto) menyatakan bahwa 20% tugas memberikan 80% nilai. Kenali 20% tugas yang memberikan hasil optimal itu dan fokuskan waktu kita di sana. Jangan membuang waktu dengan 80% tugas yang hanya memberikan 20% nilai
9.        Cari Waktu Khusus untuk Melakukan Hal Penting
Untuk melakukan hal penting, maka dibutuhkan waktu khusus untuk melakukan hal tersebut. Karena dengan waktu khusus, maka akan tersa ebih efektif dalam pengerjaan 
10.    Melakukan beberapa hal secara bersamaan
Untuk hal-hal kecil yang bisa dilakukan secara bersamaan, hendaknya dilakukan secara bersamaan. Dan untuk waktu-waktu kecil gunakan seefektif mungkin. Ini ditujukan untuk mengefektifkan waktu. Sebagai contoh, saat kita disibukkan hanya dengan antrian, maka gunakan waktu antri tersebut sambil membaca atau menulis sebuah artikel
11.    Fokus
Saat kita mengerjakan suatu tugas, fokuskan diri kita hanya pada tugas itu saja. Jangan mengerjakan sesuatu yang lain, seperti bercakap-cakap, membaca email atau browsing Internet. Kerjakan tugas itu dengan konsentrasi 100%. Di pihak lain, saat kita beristirahat, beristirahatlah sepenuhnya.Tak lupa juga kita akan konsep “laser”, kenapa lampu laser bisa memotong sesuatu??, yupz... ya karena cahayanya terfokus...
12.    Jangan Takut Bereksperimen
Jangan takut bereksperimen dengan berbagai ide untuk meningkatkan produktivitas. Jangan takut akan kegagalan dan jangan kira suatu hal yang kecil tidak membutuhkan suatu eksperimen.
13.    Antusias itu Penting
Kita memerlukan antusiasme dalam melakukan segala sesuatu. Kalau kita antusias, bekerja akan terasa seperti bermain. Namun antusiasme ini perlu dipupuk terus-menerus. Caranya, bacalah bacaan atau dengarlah program audio yang bisa membangkitkan motivasi.
14.    Jaga Kondisi Fisik Tubuh
Segala hal tak dapat berjalan tanpa kesehatan tubuh kita, sehingga diperlukan penjagaan fisik tubuh agar semuanya dapat berjalan sesuai rencana. Jangan abaikan hal kecil seperi sarapan, yang nantinya akan sangat beref pada kinerja kita.
15.    Jaga Keseimbangan Hidup Kita
Jaga keseimbangan hidup kita. Jangan sampai kita terlalu sibuk bekerja sehingga kehidupan sosial kita terbengkalai. Semua aspek hidup kita harus dijaga tetap baik dan seimbang
16.    Berkonsentrasi Pada Hasil
Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang hiruk-pikuk, tapi hanya sedikit membuahkan hasil. Itu semua terjadi karena mereka tak berkonsentrasi pada hal yang benar. Dengan lebih berkonsentrasi pada sedikit prioritas 'utama' secara teratur, Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam waktu singkat.
17.    Gunakan Waktu Perjalanan Dengan Bijaksana
Sebagai contoh, jika Anda memilih naik bus atau kereta untuk menuju tempat kerja, apakah ini menyediakan kesempatan untuk membuat penggunaan waktu Anda jadi lebih baik? Atau jika Anda nyetir sendiri, apa Anda bisa mendengarkan rekaman pendidikan atau motivasional yang dapat membuat Anda memperbaiki ketrampilan dan lebih produktif
18.    Bersikap Tegas
Belajarlah berkata tidak pada orang lain. Waktu Anda sangat berharga. Jadi jangan biarkan orang lain menentukan atau memanfaatkan Anda untuk kepentingan rencana mereka. Batasi gangguan sebisa mungkin. Tutup pintu Anda, matikan nada dering telepon atau minta dengan terus terang agar Anda tidak diganggu.
19.    Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai
Saat Anda mengatur waktu dan bisnis Anda, pastikan untuk menyisihkan saat untuk bersantai
20.    Ketahui kapan suatu tugas harus diselesaikan
Prinsip sederhana pertama adalah mengerjakan tugas berdasarkan prioritas.
Anda harus tahu kapan suatu tugas harus diselesaikan. Serta, tugas mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Luangkan waktu di awal hari atau petang hari untuk menyusun kembali rencana-rencana penyelesaian tugas. Dan berpeganglah pada rencana-rencana itu.
21.    Ketahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas
Tapi tak cukup anda hanya tahu kapan tugas itu harus diselesaikan. Anda juga harus tahu berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk menyelesaikan tugas- tugas tersebut. Ini akan menuntunt anda untuk bersikap realistis terhadap rencana dan tugas-tugas anda. Anda juga perlu mempertimbangkan kemampuan anda dan team anda dalam menyelesaikan tugas.
22.    Jangan terpaku pada lama waktu yang anda rencana
Jika anda merencanakan untuk menyelesaikan tugas dalam waktu dua jam, misalnya, maka jangan paku diri anda untuk menyelesaikannya dalam waktu tersebut. Akan jauh lebih baik jika anda berusaha menyelesaikannya dalam waktu yang lebih cepat. Dengan demikian anda bisa segera melompat ke pengerjaan tugas berikutnya.
23.    Keep it simple
Tips sederhana manajemen waktu lain adalah bersikap efisien. Itu sama Halnya dengan "keep it simple". Tak perlu menghabiskan waktu untuk merumit-rumitkan sesuatu. Jika suatu pekerjaan bisa dibikin sederhana, mengapa harus dibuat sulit. Mudahkan saja, maka anda akan menemukan waktu lebih banyak lagi.
24.    Batasi rencana Anda
Terlalu banyak rencana juga bukanlah hal yang baik jika Anda sadar tidak mungkin mengerjakan semuanya. Rencana yang terlalu banyak hanya akan membuat Anda stres. Bahkan jika Anda gagal mencapainya Anda bisa frustasi. Buatlah rencana yang Anda yakin dapat  menyelesaikannya.
25.  Gunakan alat bantu time manajemen
Jangan ragu untuk menggunakan alat-alat manajemen waktu. Sekarang sudah banyak dijual berbagai produk manajemen waktu, seperti agenda, to do list, dan lain-lain. Jika anda cukup canggih, anda bisa mendownload software time manajemen yang cukup banyak disediakan secara gratis. Dan tetap giat, bahwa alat-alat itu bertugas untuk membantu anda mengatur waktu, bukan menghabiskan waktu anda.
Hal-hal di atas hanyalah beberapa tips yang dsapat kita aplikasikan pada hidup kita, masih banyak hal lain yang dapat kita jadikan panutan dalam manajemen waktu. Walupun susah, tapi apa salahnya mncoba??
 Gubahan dari Berbagai Sumber